Area usaha patungan antara PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Ltd ini juga tercatat telah mencatatkan realisasi investasi total sebesar Rp 43,8 triliun dengan 99 pelaku bisnis dari 10 negara.
“Keberadaan KEK Kendal mendorong transformasi peningkatan keterampilan tenaga kerja dengan berbagai program pelatihan tenaga kerja yang beradaptasi dengan kebutuhan industri di KEK Kendal,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso di Jakarta, kemarin.
Dari total penyerapan tenaga kerja, sebanyak 2.000 pekerja berasal dari tingkat pendidikan yang belum menyelesaikan sekolah dasar, telah menyelesaikan sekolah dasar, dan telah menyelesaikan sekolah menengah pertama di Kendal pada tahun 2022-2023.
Saat ini, proyeksi penyerapan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan sekolah kejuruan di KEK Kendal adalah 44.499 orang dari 99 pelaku usaha.
Dari 33 badan usaha dan pelaku usaha yang sudah beroperasi, mereka telah berhasil menyerap 11.962 pekerja, di mana 8.835 di antaranya berasal dari Kabupaten Kendal, dengan proyeksi penyerapan dari kegiatan link & match sebanyak 7.823 pekerja.
Susiwijono menilai bahwa Kawasan Ekonomi Khusus Kendal merupakan kawasan industri yang berkembang pesat dan telah menjadi salah satu destinasi investasi global di Indonesia.
Menurutnya, kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil dan kompeten akan meningkat untuk mengelola bidang ekonomi ini.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, beberapa kegiatan telah dilaksanakan, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur Jawa Tengah dan Direktur Utama PT Kawasan Industri Kendal (KIK) sebagai Badan Usaha Pengembangan dan Pengelola KEK Kendal (BUPP), hingga Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan 14 Pelaku Usaha di KEK Kendal.
Selain itu, rekrutmen bersama juga dilakukan dan beasiswa pun diberikan.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Link and Match yang bertujuan untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja di Kendal.
Menurut Agus, sebagai komitmen untuk mengurangi pengangguran, Pemerintah Kabupaten Kendal berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait dengan melaksanakan program kesiapan kerja, perekrutan, dan pelatihan pada tahun 2024.
Kedua, mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil, kompeten, dan kompetitif melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Ketiga, melalui kerja sama dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kendal, Kementerian Perindustrian, KEK Kendal, dan pemerintah tingkat kecamatan/desa.
“Universitas memiliki ekosistem pembelajaran yang komprehensif, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta potensi untuk mengembangkan inovasi. Namun, di luar lembaga pendidikan terdapat industri yang secara langsung mengalami praktik-praktik yang terjadi di lapangan,” kata Agus.
Selain itu, terdapat juga ekosistem kewirausahaan, penelitian, dan pengembangan yang merupakan sumber pembelajaran yang baik bagi generasi muda, terutama dalam pendidikan vokasi.
Sumber: industry.co.id




