Jawa Tengah semakin dekat untuk mencapai tujuannya menjadi sebuah manufaktur pusat industri padat karya dengan dimulainya operasi tahap pertama pengembangan Taman Industri Kendal seluas 2.700 hektar, yang terletak sekitar 30 kilometer dari Tanjung Emas international seaport and Semarang’s Achmad Yani International airport. Kita patut memuji kepemimpinan Jawa Tengah Governor Ganjar Pranowo, yang sikap dan kebijakannya yang ramah bisnis telah membuat segalanya jauh lebih mudah dan lancar bagi usaha patungan Singapura. Sembcorp dan Jababeka dari Indonesia untuk mengembangkan kawasan industri tersebut.
Ganjar sangat menyadari keuntungan besar dari kawasan industri yang dirancang dan dilengkapi dengan baik, didukung oleh infrastruktur yang memadai, seperti kemudahan akses ke bandara atau pelabuhan, listrik, gudang berikat, fasilitas pelatihan, dan area perumahan, untuk menarik investor manufaktur. Ia juga sepenuhnya menyadari bahwa investor swasta, bukan pemerintah, yang menciptakan lapangan kerjayang pada gilirannya menghasilkan upah dan daya beli untuk menggerakkan roda perekonomian. Kawasan industri juga dapat menjadi lokasi yang cocok untuk klaster industri tunggal, misalnya di bidang elektronik, kulit, atau tekstil, sehingga secara signifikan meningkatkan rantai pasokan manajemen dan penurunan biaya distribusi. Investor di kawasan atau zona industri tidak perlu lagi menanggung biaya infrastruktur, termasuk prosedur akuisisi lahan yang rumit dan birokrasi perizinan yang memakan waktu.
Namun yang paling menguntungkan adalah kebijakan pemerintah terbaru yang memberikan hampir semua izin yang diperlukan dalam waktu tiga jam bagi investor yang berniat beroperasi di kawasan industri. Kebijakan ramah bisnis ini didorong oleh keberhasilan beberapa kawasan industri di Jakarta, Jawa Barat dan Timur serta Pulau Batam, di mana konsentrasi banyak industri di zona yang dirancang dengan baik menciptakan fokus dan efisiensi dalam penyediaan infrastruktur dasar seperti listrik, jalan akses, dan fasilitas lainnya. Selain itu, kawasan industri yang berkembang dengan baik juga selalu menciptakan kota baru, lengkap dengan semua fasilitas umum yang dibutuhkan.
CEO dari Taman Industri Kendal, Ling Poon Lim, kata sekitar 16 investor asing dari Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang, serta Indonesia, telah berkomitmen total US$250 juta di berbagai macam pabrik. Kesuksesan dan popularitas yang cepat dari Kendal Industrial Park Hal ini juga harus dikaitkan dengan reputasi pengembang yang sudah terkenal: Sembcorp telah membangun pengalaman dalam mengembangkan kawasan industri di Tiongkok, Vietnam, dan beberapa negara lainnya, sementara PT Jababeka adalah pengembang kawasan industri terbesar di Indonesia.
Dengan margin keuntungan yang sangat tipis di industri padat karya seperti garmen dan sepatu kanvas, daya tarik utama di Jawa Tengah adalah upah rendah (sekitar $130/bulan), tenaga kerja yang siap pakai, dan kondisi hubungan kerja yang relatif harmonis, sangat kontras dengan gerakan serikat pekerja yang semakin militan di Jakarta dan kota-kota sekitarnya. Seiring dengan terus meningkatnya upah secara tajam di pusat-pusat manufaktur di Tiongkok, Vietnam, Jakarta dan sekitarnya, serta Zona Perdagangan Bebas Batam di dekat Singapura, semakin banyak investor yang mengincar peluang untuk memanfaatkan tenaga kerja yang besar dan murah yang berjumlah 35 juta orang di Jawa Tengah.
Sumber : thejakartapost.com




