PT Borine Technology Indonesia, yang didirikan di Kawasan Industri Kendal sejak dua tahun lalu, telah menunjukkan pertumbuhan bisnis yang signifikan dalam operasinya. Sebagai perusahaan manufaktur peralatan rumah tangga berorientasi ekspor, Borine berhasil mencapai kapasitas produksi bulanan tertinggi dengan lebih dari 500.000 unit produk seperti blender, air fryer, penanak nasi, oven, dan pembuka kaleng. Saat ini, Borine telah berhasil mengekspor 20 kontainer per hari, setelah sebelumnya hanya mengekspor 10 kontainer per hari pada awal operasinya.
Dengan pencapaian ini, Borine secara resmi memulai pembangunan perluasan pabrik mereka sebagai pengembangan fase-2 di lokasi yang sama. Area pembangunan fase 2 akan 40% lebih besar daripada fase pertama. Perluasan produksi ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan permintaan produknya. Dengan mengoperasikan fase 1 dan 2, total produksi Borine direncanakan mencapai 2 juta unit per bulan.
Acara peletakan batu pertama untuk perluasan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak seperti perwakilan Pemerintah Kabupaten Kendal, Bea Cukai, DPMPTSP Kendal, Administrator SEK Kendal, dan perwakilan Manajemen Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Pada acara ini, Jankey Ren selaku General Manager PT Borine Technology Indonesia hadir untuk menyambut para tamu undangan dan menyampaikan sambutannya.
Jankey berbicara tentang keberhasilannya dalam melaksanakan fase pertama dan yakin dapat memulai fase kedua tahun ini. Pada fase pertama, Borine menyalurkan USD 700 juta dengan menyerap 4000 pekerja, di mana 80% di antaranya adalah pekerja dari Kabupaten Kendal. Pada fase 2, rencananya akan memiliki nilai investasi yang besar dan angka penyerapan tenaga kerja yang kurang lebih sama dengan fase 1.
“Tentu saja, keberhasilan ini berkat kerja keras terus-menerus dari berbagai pihak. Kami adalah salah satu perusahaan pertama yang menggunakan aplikasi bea cukai INSW, yaitu PPKEK dan PJKEK, serta Sistem Autogate.
“Dengan ini, kami berhasil memenangkan penghargaan untuk Kategori Mitra Bisnis Wirausaha SEZ dengan Kinerja Terbaik pada tahun 2024 oleh Besma Award,” kata Jankey.
PT Borine Technology Indonesia adalah salah satu badan usaha di Kawasan Industri Kendal yang menikmati fasilitas fiskal berupa pengurangan Pajak Penghasilan Badan, yaitu Cuti Pajak. Menurut Juliani Kusumaningrum selaku Kepala Penjualan dan Pemasaran KIP, Borine merupakan salah satu badan usaha pelopor di KIP yang telah berhasil mendapatkan fasilitas ini. “Setelah resmi menjadi SEZ pada tahun 2019, kami sebagai manajemen tentu berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada seluruh badan usaha untuk memaksimalkan penerimaan fasilitas yang mereka peroleh, terutama fasilitas fiskal seperti Cuti Pajak dan Tunjangan Pajak. Dan tentu saja kami akan memastikan bahwa investasi baru Borine di fase kedua ini juga dapat menikmati fasilitas secara maksimal.”




