SINGAPORE/ SEMARANG — Dengan upah yang melonjak di Jakarta dan hubungan kerja yang memburuk di beberapa bagian wilayah ekonomi Batam-Bintan-Karimun, yang baru Kendal Industrial Park Semarang di Jawa Tengah menawarkan alternatif yang menarik bagi Warga Singapura perusahaan, kata para ahli dari Indonesia dan Singapura. Namun, infrastruktur di taman seluas 2.700 hektar tersebut harus mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat dari para produsen, perusahaan logistik, dan penyewa lainnya. Untuk tujuan ini, Pengembangan Sembcorp rencana untuk menghidupkan kembali pelabuhan yang tidak terpakai di lokasi tersebut menjadi pelabuhan penghubung ke pelabuhan utama Tanjung Emas Port in Semarang. A Sembcorp Juru bicara tersebut membenarkan bahwa pihaknya sedang berdiskusi dengan pemerintah daerah untuk mengubah pelabuhan Kendal yang ada di lokasi menjadi pelabuhan penghubung. Dengan demikian, penyewa dapat menghindari jalan menuju Pelabuhan Tanjung Emas, yang sering mengalami kemacetan pada jam sibuk.
“Kami baru memulai pembicaraan dengan pemerintah daerah mengenai hal ini. Belum ada jadwal pasti kapan atau apakah ini akan terjadi. Setelah pihak berwenang memberikan lampu hijau, kami akan mengeruk pelabuhan hingga kedalaman yang sesuai untuk kargo kontainer,” tambah juru bicara tersebut. Pada hari Senin, Perdana Menteri Lee Hsien Loong Dan Indonesian President Joko Widodo secara resmi membuka Taman Industri Kendal, juga dikenal sebagai Taman di tepi Teluk, sebuah proyek bersama antara Sembcorp dan Indonesia Kawasan Industri JababekaMenjelang kunjungan Bapak Lee, Industri Indonesia Minister Airlangga Hartarto dikatakan ada rencana untuk mengembangkan pelabuhan Kendal setelah tingkat penyerapan lahan di taman tersebut mencapai 40 persen. Dalam sambutannya pada upacara pembukaan, Bapak Lee mencatat bahwa perusahaan-perusahaan Singapura baru-baru ini telah berinvestasi di wilayah-wilayah non-tradisional di Indonesia seperti Jawa Tengah, yang menunjukkan kepercayaan perusahaan-perusahaan tersebut terhadap Indonesia.
Berbicara kepada TODAY, analis yang berbasis di Jakarta dengan Concord Consulting Keith Loveard mengatakan bahwa “jelas ada biaya yang lebih rendah” dalam mendirikan perusahaan di Jawa Tengah, di mana upah minimum bulanan sekitar 1,37 juta rupiah (S$145) dibandingkan dengan Batam yang sebesar 2,36 juta rupiah. “Batam juga memiliki sejarah hubungan kerja yang sangat buruk dan banyak perusahaan yang pindah,” katanya. Sementara itu, selain menyediakan tenaga kerja dengan biaya lebih rendah, Semarang juga akan mampu menyediakan tenaga kerja terampil. Dr Wahyu Widodo, seorang profesor ekonomi di Diponegoro University in SemarangIa menambahkan bahwa daerah-daerah tetangga akan mampu menyediakan talenta dari berbagai lembaga akademik untuk mempertahankan aktivitas penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan bagi Kawasan Industri Kendal.
Ekonom CIMB Private Banking, Song Seng Wun diketahui bahwa Kendal Industrial Park akan menarik perusahaan dengan kegiatan manufaktur yang berbeda jika dibandingkan dengan Sembcorp's kawasan industri lain di Batam. Beberapa perusahaan akan memilih Batam karena kedekatannya dengan Singapura, sementara yang lain akan memilih Semarang karena ketersediaan tenaga kerja yang lebih besar dari Jawa Tengah, katanya. Tn. Lee Wo Fun, itu Warga Singapura pendiri pembuat furnitur PT Ebako Perusahaan yang telah beroperasi dari Semarang sejak tahun 1997 ini mengatakan bahwa daerah tersebut merupakan "tempat yang cukup baik" untuk perdagangan furnitur, dengan alasan kemudahan akses terhadap pasokan kayu dan biaya tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
Tuan Lee, yang perusahaannya merupakan salah satu dari 20 perusahaan yang telah berinvestasi di Kendal Industrial ParkIa mengatakan bahwa ia melakukan hal itu setelah meneliti rekam jejak Sembcorp dalam mengelola kawasan industri. Ia berencana untuk pindah dari lokasi saat ini di Kawasan Industri Terboyo pada tahun 2018 karena masalah yang dihadapinya di sana, seperti jalanan yang tergenang air setiap kali hujan deras.
“Dibandingkan dengan taman tempat saya berada sekarang, ini benar-benar sangat berbeda,” kata Bapak Lee.
Sumber : hari ini online.com




