PT. Eclat Textile International adalah perusahaan multinasional Taiwan yang didirikan pada tahun 1977. Eclat memproduksi pakaian olahraga yang dipasarkan secara global. Pada tahun 2019, Eclat memperluas produksinya dengan mendirikan pabrik pertamanya di Indonesia, tepatnya di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Pabrik pertama mereka memiliki luas sekitar 24 hektar dengan proyeksi total tenaga kerja yang akan diserap sebanyak 6500 pekerja.
Pembangunan pabrik Eclat di Indonesia berjalan cukup cepat. Setelah sukses melakukan peletakan batu pertama pada pertengahan tahun lalu dan di tengah situasi pandemi, pada Kamis, 20 Mei 2021, Eclat juga berhasil membuka Pusat Pelatihan di area pabrik mereka di Kawasan Industri Kendal. Acara ini diadakan selain sebagai peresmian operasional Pusat Pelatihan Eclat (20/5), juga menjadi momen Eclat untuk menyambut karyawan pertama mereka. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Jake Su (General Plant Manager PT Eclat Textile International), Bapak Elton Zhu (Factory Manager PT Eclat Textile International), Didik Purbadi (President Director PT Kawasan Industri Kendal), dan beberapa tamu undangan lainnya dari perusahaan konsultan dan kontraktor Eclat.
Adapun Bapak Jake Su mengatakan dalam pidatonya bahwa pembukaan Pusat Pelatihan ini merupakan langkah Eclat dalam menjaga kualitas produk mereka. “Sebagai perusahaan multinasional, kami memiliki visi dan misi untuk secara konsisten menciptakan, mengembangkan, dan mendesain produk berkualitas tinggi. Dalam mewujudkannya, keahlian tenaga kerja sangat penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu, kami membangun Pusat Pelatihan ini sebagai langkah kami untuk mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, upacara pembukaan TC juga dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Semua peserta acara diwajibkan untuk melakukan tes kesehatan/tes swab dan menunjukkan hasil negatif Covid-19 sebelum menghadiri acara tersebut.
Pendirian Pusat Pelatihan (KTP) di pabrik Eclat pada dasarnya bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja terlatih. Calon pekerja akan diberikan pelatihan atau persiapan selama kurang lebih 20 hari sebelum resmi bekerja. Keterampilan yang dipersiapkan di KTP ini meliputi keterampilan menjahit dan keterampilan Kontrol Mutu (QC). Pada fase pertama pengoperasian KTP, 140 calon pekerja akan berpartisipasi, 110 di antaranya akan dilatih dalam keterampilan menjahit, dan 30 lainnya akan dilatih dalam keterampilan QC. Ke depannya, Eclat akan melakukan beberapa siklus perekrutan pekerja. Diperkirakan perekrutan ulang akan dilakukan pada bulan Agustus dan September dengan perkiraan jumlah pekerja yang direkrut sebanyak 200 orang di setiap siklus.
Didik Purbadi selaku Direktur Kawasan Industri Kendal (KIP) menyampaikan kebanggaan dan harapannya atas pembukaan Pusat Pelatihan Eclat. “Merupakan suatu kehormatan bahwa bahkan di tengah situasi pandemi, Eclat masih optimis dalam menjalankan bisnisnya. Ini adalah semangat yang dapat ditiru oleh perusahaan lain. Sedangkan mengingat jumlah pekerja yang akan diserap oleh Eclat cukup besar. Kami berharap dengan adanya Pusat Pelatihan ini, dan dengan beroperasinya pabrik Eclat di KIP, akan tercipta sumber daya manusia yang kompeten, dan dapat memberikan dampak positif pada pengembangan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal dan juga Provinsi Jawa Tengah,” pungkasnya.




