PT Kuka Furniture Industry Indonesia secara resmi memulai pembangunan fasilitas manufaktur furnitur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah pada tanggal 26 Maret.th, 2026. Investasi ini menggarisbawahi komitmen jangka panjang perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi utamanya untuk pasar global.
Wu Bin, Direktur PT Kuka Furniture Industry Indonesia, menyatakan bahwa, “Rencana investasi total dibagi menjadi dua fase. Total investasi mencapai USD 160 juta, dengan fase pertama sebesar USD 100 juta di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal dan fase kedua sebesar USD 60 juta.”
Dalam rencana operasionalnya, perusahaan bertujuan untuk mencapai kapasitas ekspor hingga 25.000 kontainer furnitur per tahun setelah semua fase konstruksi selesai. Selama fase operasional awal, kapasitas ekspor diproyeksikan mencapai sekitar 15.000 kontainer per tahun, yang sebagian besar akan dialokasikan untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
Selain memperkuat kinerja ekspor nasional, investasi ini juga diharapkan menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja. Secara keseluruhan, proyek ini diproyeksikan menciptakan hingga 9.000 lapangan kerja, dengan sekitar 6.000 pekerja akan dipekerjakan selama fase operasional awal.
Kehadiran PT Kuka Furniture Industry Indonesia juga diharapkan memiliki efek pengganda terhadap pertumbuhan ekonomi regional, khususnya dalam mendorong pengembangan industri furnitur dan rantai pasokan terkait di Indonesia.
Juliani Kusumaningrum, Direktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, mengatakan bahwa kehadiran Kuka Furniture Industry Indonesia semakin memperkuat posisi KEK Kendal sebagai destinasi investasi untuk manufaktur berorientasi ekspor.
“Investasi oleh PT Kuka Furniture Industry Indonesia menandai langkah penting dalam memperluas ekosistem industri di Zona Ekonomi Khusus Kendal, khususnya di sektor furnitur, yang memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Dengan kapasitas produksi yang signifikan dan penciptaan lapangan kerja yang substansial, kami yakin bahwa kehadiran perusahaan ini akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” katanya.
Dia juga menambahkan bahwa Zona Ekonomi Khusus Kendal menawarkan berbagai insentif pajak yang meningkatkan daya saing investasi, seperti keringanan pajak, pembebasan PPN, dan pembebasan bea impor, yang diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional perusahaan di masa mendatang.
Dengan dimulainya pembangunan fasilitas produksi ini, PT Kuka Furniture Industry Indonesia diharapkan dapat segera memulai operasional dan membantu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur furnitur berorientasi ekspor terkemuka di kawasan ini.




