Semarang, radioidola.com – Target pertumbuhan ekonomi tujuh persen yang diberlakukan pada Jawa Tengah harus disadari. Karena, saat ini pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah masih berada di angka 5,14 persen.
Governor Ganjar Pranowo menyatakan bahwa dalam mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen, pemerintah provinsi tidak dapat melakukannya tanpa bantuan semua pihak terkait. Terutama, kontribusi dari bank-bank yang diwakili oleh Kantor Perwakilan Bank Sentral Indonesia di Jawa Tengah dan Kantor Regional III Otoritas Jasa Keuangan Indonesia di Jawa Tengah.
Ganjar Ia menjelaskan, tanpa bantuan dan kerja sama dengan BI-OJK akan sulit mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga tujuh persen. Oleh karena itu, melalui kedua lembaga dan perusahaan perbankan di Jawa Tengah ini, mereka dapat bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut.
Menurutnya, dengan BI-OJK, target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah pusat dapat terwujud.
Upaya dilakukan dengan menyusun strategi dan regulasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
“Bagaimana pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bisa mencapai tujuh persen? Kira-kira bagaimana cara mempercepatnya? Ini adalah kontribusi finansial dari OJK, BI, dan perusahaan yang akan kita ajak bicara. Saya akan memberikan penjelasan singkat tentang masalah ekonomi Jawa Tengah, dan bagaimana kita dapat mendorong target tersebut. Pencapaian dicapai dengan cara apa. Sekarang, masing-masing dari kita akan memiliki peran untuk berkontribusi pada akhirnya, apakah ini memerlukan peraturan khusus. Sehingga, akan bermanfaat bagi seluruh Jawa Tengah,” kata GanjarSenin (2/9).
Ganjar Lebih lanjut dijelaskan, melalui strategi dan regulasi yang disusun, jenis investasi dan lokasi industri di Jawa Tengah dapat direncanakan. Termasuk, pemberian insentif yang dapat mendorong investor potensial.




