Trina Mas Agra Indonesia secara resmi telah memulai operasi penuh pabrik sel surya dan panel terintegrasi pertama di Indonesia yang berlokasi di KIP. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Trina Solar Co Ltd dari Tiongkok, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (unit energi dan infrastruktur Sinar Mas), dan PT PLN (Persero), yang bersama-sama membangun pabrik berskala besar dan berteknologi tinggi di negara ini.
Pembangkit ini memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, yaitu 1 gigawatt per tahun, dan menghasilkan panel dengan daya hingga 720 watt per unit. Panel-panel tersebut memenuhi standar Tier 1 kelas dunia dan diharapkan dapat memenuhi permintaan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
TMAI juga menggunakan teknologi NiTOPCon Advance yang telah memenuhi standar kelayakan bank AAA dari Bloomberg New Energy Finance (BNEF), sehingga produk yang dihasilkan memiliki efisiensi dan keandalan yang tinggi. Tingkat Komponen Domestik Awal (TKDN) mencapai 41 persen.
Upacara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, beberapa direktur TMAI, pengembang kawasan industri, dan tamu undangan dari pemerintah daerah. Acara hari ini juga menyaksikan penandatanganan kemitraan antara TMAI dan PLN dengan pengembang proyek energi surya.
Ooi Kok Tiong, CEO TMAI, mengatakan pengoperasian penuh diharapkan dapat mendukung percepatan program transisi energi dan swasembada energi. “Dengan nilai investasi lebih dari Rp 1,5 triliun, pabrik ini tidak hanya menyediakan panel surya berkualitas tinggi untuk pasar domestik dan ekspor, tetapi juga berperan dalam mendukung pengurangan impor, dan memperkuat rantai pasokan domestik. Kami juga fokus pada penciptaan lapangan kerja lokal dan penguatan ekosistem energi bersih,” kata Ooi Kok Tiong. Diketahui bahwa pengoperasian pabrik TMAI akan menciptakan hingga 640 lapangan kerja bagi pekerja lokal.
Direktur Eksekutif KIP, Juliani Kusumaningrum, menambahkan bahwa pengoperasian penuh pabrik TMAI merupakan bukti nyata perkembangan kawasan ini. “Pengoperasian penuh fasilitas produksi TMAI menekankan peran strategis KIP dalam pengembangan industri manufaktur energi terbarukan. Kami tentu melihat ini sebagai momentum untuk memperluas lapangan kerja, memperkuat sektor energi baru dan terbarukan, serta mendukung Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam industri global,” ujarnya.
Kehadiran TMAI di KIP juga merupakan bukti nyata komitmen Indonesia untuk membangun industri energi bersih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Energi terbarukan kini juga menjadi tren baru dalam pertumbuhan Kawasan Industri Kendal.
Dengan dukungan fasilitas fiskal seperti keringanan pajak dan potongan pajak, pembebasan bea impor, pembebasan PPN, dan kemudahan perizinan, KIP terus memperkuat posisinya sebagai magnet investasi sejalan dengan program pembangunan berkelanjutan.




