Kendal, 19 Mei 2022 – Indonesia dan Singapura telah menikmati hubungan bilateral yang baik. Untuk melambangkan hubungan harmonis antara kedua negara, terdapat beberapa proyek yang sedang berjalan dan didukung bersama oleh kedua pemerintah. Salah satunya adalah Kawasan Industri Kendal. Kawasan Industri Kendal diresmikan bersama oleh Presiden Joko Widodo dari Indonesia dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong dari Singapura pada November 2016.
Pada tanggal 19 Mei 2022, Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong mengunjungi Kendal Regency dan Kendal SEZ (Taman Industri Kendal) untuk menyaksikan perkembangan taman industri tersebut.
“Saya sangat terkesan dengan perkembangan industri di Kawasan Industri Kendal selama pandemi hingga saat ini. Aktivitas di kawasan industri ini berjalan dengan baik, pembangunan terus berjalan, kegiatan produksi masih berlangsung, dan perusahaan-perusahaan masih merekrut pekerja. Ini adalah hasil yang sangat mengesankan,” kata Lawrence Wong dalam sambutannya di Kantor Bupati Kendal.
Selama kunjungan tersebut, Lawrence Wong menyaksikan penyerahan Sertifikat Pelatihan kepada 100 pekerja yang telah lulus dari program pelatihan PKS (Perjanjian Kerja Sama) yang merupakan program bersama antara Kabupaten Kendal, Kementerian Perindustrian Indonesia, dan Kawasan Industri Kendal.
Arus Gunawan, Kepala BPSDMI di Kementerian Perindustrian, menjelaskan bahwa Program PKS adalah program milik Kementerian Perindustrian, bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menciptakan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hingga saat ini, pelaksanaan program PKS di Kendal telah berhasil melatih 300 pekerja.
“PKS atau Program Penghubung dan Pencocokan pada dasarnya adalah program pemerintah yang menghubungkan pendidikan kejuruan dan industri dalam kerangka kerja yang mencakup penyelarasan kurikulum. Program ini gratis, entitas bisnis hanya perlu mengirimkan spesifikasi keterampilan yang dibutuhkan, kemudian kami akan mempersiapkan dan melatih calon pekerja. Yang perlu dilakukan entitas bisnis hanyalah mempekerjakan mereka setelah lulus. Itu akan menghemat banyak waktu dan tenaga bagi entitas bisnis,” kata Arus.
Sementara itu, Stanley Ang selaku Direktur Utama Kawasan Industri Kendal mengatakan tidak perlu khawatir tentang ketersediaan sumber daya manusia, “Bersama dengan pemerintah daerah dan Kementerian Perindustrian, kami akan memastikan bahwa akan ada pekerja yang terlatih dengan baik untuk semua entitas bisnis kami, terlepas dari jenis industrinya.”
Selama kunjungan Menteri Keuangan Singapura, Bupati Kendal, Dico Ganinduto, menyampaikan beberapa rencana masa depan untuk pengembangan Kendal. “Selain program PKS, kami juga sedang mempersiapkan aplikasi Kendal E-Career sebagai forum untuk merekrut warga lokal. Saya berharap dengan pengembangan Kawasan Industri Kendal, kesempatan kerja akan meluas, sehingga mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Kendal.”




