Senin, 4 November 2024, pada kuartal ketiga tahun ini, Kawasan Ekonomi Khusus Kendal berhasil melampaui target tahunan yang diberikan pemerintah. Dari segi pencapaian investasi tahunan, Kawasan Ekonomi Khusus Kendal berhasil memenuhi target investasi hingga 227% dengan menarik investasi sebesar Rp 40,2 triliun, sementara target yang diberikan pemerintah adalah Rp 17,7 triliun. Investasi ini berasal dari penambahan 18 entitas usaha baru sepanjang tahun 2024.
Hal serupa juga terlihat dari realisasi penyerapan tenaga kerja. Target yang diberikan adalah 15.100 pekerja yang terserap, tetapi realisasi saat ini adalah 17.353 pekerja atau 115% dari target yang diberikan telah terserap sepanjang tahun ini. Dengan angka realisasi ini, tentu saja, hal ini berdampak positif pada akumulasi prestasi Kawasan Ekonomi Khusus Kendal selama lima tahun beroperasi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.
Dengan penetapannya sebagai Zona Ekonomi Khusus pada Desember 2019, kawasan industri ini telah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Juliani Kusumaningrum selaku Kepala Penjualan & Pemasaran mengungkapkan berbagai perkembangan yang terjadi di kawasan tersebut setelah menjadi Zona Ekonomi Khusus. “Perkembangan signifikan sangat terlihat setelah kami menjadi Zona Ekonomi Khusus. Pertumbuhannya sangat pesat, baik dari segi jumlah entitas bisnis, penyerapan tenaga kerja, total investasi yang diserap, dan nilai ekspor, meningkat lebih dari 100% dibandingkan sebelum menjadi Zona Ekonomi Khusus. Efek pengganda dari pemberian status Zona Ekonomi Khusus ini sangat nyata.”
Hingga saat ini, tercatat ada 116 entitas bisnis dari berbagai negara. Jumlah ini meningkat 139% dari sebelum menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Total investasi yang terserap juga cukup fantastis, mencapai Rp 141,7 triliun, sedangkan pada tahun 2018 nilai investasi tercatat hanya Rp 4,9 triliun. Peningkatan ini juga berdampak pada jumlah tenaga kerja yang terserap di Kawasan Industri Kendal. Sebelum menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, tenaga kerja yang terserap hanya sekitar 2.000 orang, tetapi dari jumlah entitas bisnis saat ini, tercatat telah terserap sebanyak 61.702 pekerja. Baru-baru ini, salah satu perusahaan Achor dari Tiongkok telah bergabung, yang juga merupakan perusahaan nomor 1 di bidang pakaian olahraga. Perusahaan ini akan menjadi yang terbesar di kawasan tersebut dan akan menyerap lebih dari 5.000 pekerja.
Kawasan industri ini sendiri telah didirikan sejak tahun 2016 sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional serta proyek bersama.
Proyek usaha patungan antara dua pengembang industri terkemuka di Asia Tenggara, yaitu PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Ltd dari Singapura. Keberadaan KIP sejak awal dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah.
Beberapa dampak positif terjadi dari pertumbuhan Kawasan Industri Kendal. Misalnya, investasi di Kabupaten Kendal tumbuh sekitar 340% yang berdampak pada pertumbuhan penyerapan tenaga kerja. Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal juga berkontribusi pada pertumbuhan lahan industri dan infrastruktur di Jawa Tengah. Pertumbuhan juga terjadi pada peningkatan jumlah perumahan, perbankan, dan pusat kuliner di sekitar Kendal dan Jawa Tengah.
Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan Kawasan Industri Kendal adalah fasilitas fiskal yang disediakan oleh Zona Ekonomi Khusus (KEK). Investor atau entitas bisnis di KEK Kendal dapat menikmati pengurangan Pajak Penghasilan Perusahaan dalam bentuk Libur Pajak dan Tunjangan Pajak, bebas PPN, bebas bea masuk dan pajak impor. Fasilitas non-fiskal seperti kemudahan perizinan juga menjadi faktor yang membuat perusahaan asing dan lokal memilih KEK Kendal.
Juliani juga menjelaskan bahwa ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu dukungan dari berbagai pihak. “Tentu saja, kami tidak dapat mencapai prestasi ini sendirian, dibutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak. Dalam hal ini, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang terus mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendal selama delapan tahun terakhir.”




