Karena pengembangan fase pertama akan selesai pada akhir tahun 2020, Taman Industri Kendal (KIP) menarik lebih banyak investor untuk datang dan mendirikan bisnis mereka di zona ekonomi khusus baru ini. Memulai pengembangannya pada tahun 2016, KIP telah ditempati oleh 62 entitas bisnis dan terus mendapatkan lebih banyak pemilik bisnis potensial setelahnya. Tujuan para pengembang untuk menjadi salah satu kawasan industri terbaik di Indonesia mendorong KIP untuk mencari lebih banyak investor yang menjanjikan untuk melakukan kesepakatan di kawasan industri ini.
Usaha patungan dari dua pengembang besar di Asia Tenggara, Jababeka Group and Sembcorp Development Pada proyek ini, investor dari Indonesia dan Singapura tertarik secara langsung. Direktur Utama & CEO Taman Industri Kendal, Stanley si, menegaskan bahwa mayoritas investor berasal dari penduduk setempat (Indonesia) sekitar 49%, diikuti oleh Tiongkok 24%, Taiwan 19%, Singapura 4%Korea Selatan 1%, Jepang 1%, dan Malaysia 1%. Total investasi sekitar 9,6 triliun rupiah.Hal ini dapat membentuk pasar kerja baru bagi lebih dari 14.800 orang.
Investor lain telah menyatakan komitmen mereka untuk melakukan kesepakatan dengan kawasan ekonomi khusus Indonesia yang menjanjikan ini, namun, banyak yang masih mengurus urusan internal mereka. Kondisi ekonomi global juga berperan. Sengketa perdagangan antara Tiongkok dan AS, misalnya, menimbulkan kekhawatiran bagi investor Tiongkok untuk menanamkan modal mereka di kawasan industri Indonesia di Kendal. Namun, tantangan-tantangan ini tidak menghentikan KIP untuk mempromosikan potensi pertumbuhan bisnis mereka kepada para investor. Dukungan pemerintah dalam hal sumber daya, izin, dan fasilitas menjadi strategi pemasaran utama bagi calon pemilik usaha.
Strategi ini memberikan dampak positif sebagai imbalannya. Sebuah perusahaan Taiwan, Taiwan External Trade Development Council (Taitra), mengumumkan pada bulan September 2019 rencana untuk berinvestasi sebesar US$ 170 juta (sekitar 2,5 triliun rupiah) di Kawasan Industri Kendal.. Presiden Taitra, James CF Huang, mengakui bahwa tawaran menarik dari KIP dan pemerintah Jawa Tengah membuatnya melakukan kesepakatan di Kendal (Sumber: Jakarta PostKehadiran investor Taiwan bukanlah hal baru bagi Jawa Tengah. Selama 5 tahun terakhir, Ganjar Pranowo, Governor of Central JavaIa menyambut banyak pemilik bisnis dari Taiwan di kantornya. Investor baru ini diharapkan dapat membawa banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Dengan semakin banyaknya investor yang bergabung dalam bisnis ini, CEO dari Kendal Industrial Park memastikan bahwa semua fasilitas konstruksi dan sumber daya beroperasi dengan lancar. Di sisi lain, Kementerian Perindustrian juga telah memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di KIP, untuk mendukung target menjadikan KIP sebagai kawasan industri Indonesia yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Dan lowongan pekerjaan di masa mendatang.




