PT Pelindo III (Persero) menyiapkan belanja modal atau capex pada tahun 2018 sebesar Rp 12 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 5,8 triliun disiapkan untuk peningkatan dan pengembangan infrastruktur layanan pelabuhan di 27 pelabuhan yang dikelolanya.
Sebagai langkah pertama, Pelindo III menandatangani Memorandum of Collaboration (MoC) atau perjanjian kerja sama dengan empat perusahaan swasta, pada hari Jumat (26/1/2018). Yaitu PT Optima Sinergi Comvestama, PT Gresik Jasatama, Kawasan Industri PT Kendal (KIK) and the Surabaya – Madura Regional Development Agency (BPWS).
“Dalam MoU ini, ini adalah langkah pertama kami untuk meningkatkan produktivitas komoditas non-kontainer,” kata IGN Askhara Danadiputra, Direktur Utama PT Pelindo III, setelah penandatanganan yang diadakan di kantor pusat Pelindo III, Surabaya.
Kolaborasi dengan PT Optima Sinergi Comvestama dilakukan untuk pengembangan terminal Gas Alam Cair (LNG) di Port of Tanjung Emas, Semarang.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan layanan terminal LNG yang selama ini hanya ada di Pelabuhan Gresik. “Karena selain terminal LNG, kami juga sedang mempersiapkan kerja sama dengan… Kawasan Industri Kendal (KIK) yang merupakan pengembangan dari fasilitas yang sudah ada di Tanjung Perak Port,” jelasnya.
Kolaborasi dengan PT Optima Sinergi Comvestama mencakup pengembangan dan pengoperasian terminal LNG serta pasokan LNG, penyedia layanan logistik, untuk meningkatkan kompetensi karyawan dalam hal manajemen gas.
Ketika SIAPA merupakan kawasan industri nasional yang baru diresmikan pada tahun 2016. Jarak antara SIAPA Dan Tanjung Emas Port mencapai 20 kilometer (km). Jadi, ini dianggap cukup strategis.
Dari nilai belanja modal (capex), menurut Ari, yang dijuluki IGN Askhara Danadiputra, telah menyiapkan Rp. 3,5 triliun untuk pengembangan kawasan industri.
Stanley Ang, Presiden Direktur PT KIKIa menambahkan bahwa partainya masih mengadakan diskusi dengan Pelindo III mengenai bagaimana mengembangkan dan meningkatkan kerja sama.
“Karena SIAPA Lahan yang tersedia masih luas. Luasnya mencapai 2.200 hektar. Saat ini, tahap pertama sedang diolah seluas 860 hektar. Jadi potensi pengembangannya masih besar. SIAPA masih luas,” Stanley ditambahkan.
Sementara itu, dalam kerja sama dengan PT Gresik Jasatama, Pelindo III menjadikan perusahaan tersebut sebagai mitra untuk pengelolaan fasilitas terminal LPG pelabuhan dan barang curah. Sejauh ini, pengelolaan telah dilakukan oleh Pelindo III dari cabang Pelabuhan Gresik. Diharapkan kolaborasi dengan PT Gresik Jasatama ini akan menjadi pengelolaan terminal LPG dan barang curah yang maksimal.




