AY JORDAN news.detik.com – 19/201/2018, 20:33 WIB
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean. Apa yang dibicarakan?
Pertemuan tersebut berlangsung tertutup di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (19/07/2018). Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan pertemuan tersebut membahas 'pertemuan tahunan' antara Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, yang direncanakan akan diadakan pada 11 Oktober 2018 di Bali.
“Jadi, beberapa hal yang dibahas adalah, tentu saja, jika setiap tahun karena kita mengadakan retret tahunan, kita melihat perkembangannya sejauh ini. Misalnya, mengenai perjanjian investasi bilateral, sampai sekarang masih dalam tahap negosiasi. Kemudian kita membahas bahwa kita sudah melakukan negosiasi sebanyak 4 kali. Perjanjian investasi Indonesia dengan Singapura sendiri sudah melalui empat tahap negosiasi,” kata Retno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/07/2018).
Retno berharap negosiasi akan berakhir pada Juli 2018. Semoga ketika Jokowi dan PM Lee bertemu pada Oktober 2018, kedua negara sudah memiliki kerangka kerja sama yang kuat.
“Negosiasi diperkirakan akan berlangsung hingga akhir bulan ini. Mudah-mudahan, jika negosiasi berjalan lancar, pertemuan retret tahunan dapat diselesaikan nanti,” katanya.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah proyek besar yang merupakan hasil kerja sama kedua negara. Seperti Kendal Industrial Park.
“Di mana kemajuannya? Ternyata ada satu kemajuan yang sangat penting, yaitu pendirian politeknik industri kayu di kompleks tersebut. Sebelumnya kami juga bertukar data, berapa banyak perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Kendal,” katanya.
Kerja sama di bidang pariwisata juga dibahas, khususnya mengenai kapal pesiar. Retno mengatakan pelatihan terkait kapal pesiar telah dilaksanakan.
“Dan kami juga membicarakan tentang Investasi Singapura di Indonesia, khususnya di bidang pariwisata,” katanya.




