Zona Ekonomi Khusus di Indonesia – Selama lima tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah mengembangkan secara pesat Jawa Tengah untuk kawasan industri baru di JawaSelama kunjungannya ke wilayah Jawa Tengah, President Joko Widodo Mendorong pemerintah daerah untuk membangun lebih banyak infrastruktur dan menawarkan lebih banyak fasilitas untuk memanfaatkan Jawa Tengah sebagai idola baru bagi kawasan industri Indonesia.
“Kita perlu memikirkan cara memberikan lebih banyak insentif kepada investor untuk kawasan industri Jawa Tengah,” kata
Joko Widodo saat berkunjung Kawasan industri Jawa Tengah on June 2020 (source: Wartakota).
Perkembangan pertama dari Kawasan industri Jawa Tengah dimulai dengan Kawasan Industri Kendal, seluas 2.200 hektar.yang diresmikan oleh Indonesia President Joko Widodo and Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong Pada tahun 2016, tiga tahun kemudian, pemerintah Indonesia mengakui Kawasan Industri Kendal sebagai zona ekonomi khusus baru di Indonesia. Status ini sangat menguntungkan bagi para investor karena mereka dapat memperoleh lebih banyak insentif pajak dan fasilitas tambahan untuk industri mereka di kawasan ini. Sudah ada 62 perusahaan yang mendirikan industri manufaktur mereka di Kawasan Industri Kendal. Diharapkan Kawasan Industri Kendal dapat menyediakan hingga 500.000 tenaga kerja dalam waktu dekat, yaitu pada tahun 2025.
Bupati Kendal, Mirna AnnisaIa mengatakan bahwa wilayah tersebut menaruh harapan pada Taman Industri Kendal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mereka. Ia percaya bahwa wilayah tersebut dapat mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 12% di masa mendatang. Menurutnya, pendapatan daerah akan meningkat dari insentif pajak dan investasi yang masuk ke zona ekonomi khusus di Kendal. Selain itu, tingkat pengangguran juga akan menurun karena pada tahun 2019, angka tersebut sudah turun sebesar 14% (sumber: Kontan).
Kepala dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Untuk wilayah Jawa Tengah, Kunkrit Suryo Wicaksono, mengatakan bahwa perkembangan di Kawasan Industri Kendal sangat menjanjikan. Ia melanjutkan, proses pengembangan kawasan industri Jawa Tengah yang sedang berlangsung akan menjadi harapan bagi perbaikan ekonomi pasca krisis COVID-19. Hal ini dapat meningkatkan kondisi ekonomi lokal dengan menjaga agar para produsen tetap beroperasi (sumber: Suara Merdeka). Selain itu, pengembangan dua kawasan industri Jawa Tengah lainnya di Brebes dan Batang juga dipandang sebagai pertanda baik bagi Jawa Tengah untuk terus menarik investor baru.
Selain peningkatan dari kawasan industri Jawa Tengah, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Jawa Tengah juga berkembang pesat. Terdapat sekitar 3,5 juta industri kecil dan menengah lokal yang mendapat dukungan dari pemerintah. Kunkrit berharap perhatian pemerintah menjadi stimulus bagi sektor ekonomi untuk terus berkembang dan memperluas usaha. Ini juga merupakan kunci daya tarik Jawa Tengah di mata investor (sumber: Suara Merdeka).




