Luar biasa, investasi di SEZ Kendal mendatangkan keberuntungan! Ekspor produk sepeda senilai jutaan dolar dirilis oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

INDUSTRY.co.id – Oleh: Candra Mata | Kamis, 14 Oktober 2021 – 09:31 WIB

Jakarta, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Kendal akan menjadi salah satu distrik yang maju dan makmur. Alasannya, di daerah ini terdapat kawasan industri berstandar internasional yang disebut Kawasan Ekonomi Khusus Kendal (KEK).

Faktanya, SEZ ini akan menjadi forum investasi dari perusahaan internasional, terutama di industri manufaktur. Untuk alasan ini, Menteri Perindustrian Agus akan berupaya memberikan berbagai insentif untuk mendukung pengembangan industri dan kawasan industri di Kendal, salah satunya adalah harga gas industri sebesar 6 USD per MMBTU.

“Kami akan mendukung SEZ Kendal untuk mendapatkan harga gas sebesar 6 USD per mmbtu agar industri ini tumbuh dan kompetitif,” kata Menteri Perindustrian Agus saat melepas ekspor sepeda dari PT Roda Maju Bahagia di SEZ Kendal, dikutip editorial INDUSTRY.co.id pada Rabu (13/10/2021).

Tidak hanya itu, untuk kelancaran arus barang dan mendukung transportasi, Menteri Perindustrian Agus juga akan berupaya memajukan Pelabuhan Kendal. Menteri Perindustrian optimistis bahwa berbagai dukungan akan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Di Kendal, juga ada Politeknik, ini merupakan bentuk dukungan untuk pertumbuhan industri di Kendal,” katanya.

Menteri Perindustrian menekankan bahwa ia akan selalu berusaha memberikan kemudahan, terutama di sektor investasi, khususnya bagi pelaku industri berorientasi ekspor.

“Satu per satu, kami meneliti masalah-masalah yang menghambat kinerja ekspor kami dan mencari solusinya. Kami akan terus menyederhanakan dan mengurangi peraturan serta prosedur birokrasi yang dianggap rumit dan menghambat proses investasi dan ekspor,” jelasnya.

Menteri Perindustrian juga menyatakan bahwa partainya akan berupaya menciptakan pasar ekspor baru seperti di Afrika dan Amerika Selatan.

“Kami juga terus berupaya menciptakan pasar baru di negara-negara non-tradisional agar pasar ekspor kami lebih luas, di samping mengoptimalkan berbagai perjanjian perdagangan yang ada,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menteri Perindustrian juga menyampaikan apresiasinya kepada PT. Roda Maju Bahagia forward Happiness, yang telah mengekspor sepeda ke-50 di bawah merek Element.

Sementara itu, Direktur Utama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Purbadi, mengatakan kepada INDUSTRY.co.id bahwa PT Roda Maju Bahagia sendiri merupakan investor yang pertumbuhan bisnisnya sangat pesat. Saat ini, perusahaan sepeda tersebut telah melakukan ekspansi dengan membangun pabrik baru di KEK Kendal.

“Bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal mendatangkan keberuntungan,” kata Hendra (CEO Roda Maju Bahagia), dan ia mengundang para mitranya seperti PT Borine Indonesia dari China untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Adapun untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal sendiri, menurut Purbadi, 70 perusahaan multinasional dari 8 negara telah bergabung dengan total nilai investasi sebesar Rp 22,2 triliun.

“Pertumbuhan pesat investor di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal disebabkan oleh dukungan penuh dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, layanan prima, serta insentif pajak sehingga Kawasan Ekonomi Khusus Kendal mampu bersaing dengan negara lain,” simpul Purbadi.

Sebagai informasi, PT Roda Maju Bahagia yang berlokasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) telah mengekspor 13 ribu sepeda ke berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, India, dan Korea dengan total nilai ekspor 2,8 juta USD. Hal ini disampaikan oleh CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, PT Roda Maju Bahagia telah berhasil melakukan ekspor ke-50 produk sepeda lokal dengan merek Element dan Camp.

“Total nilai ekspor kami sekitar 2,8 juta USD untuk 13 ribu sepeda. Kami juga akan memasarkan produk kami ke pasar lokal, Indonesia,” katanya di lokasi tersebut.

Selain itu, mereka juga berencana untuk memperluas pasar ekspor dengan memasuki negara-negara di Asia. Peluncuran ekspor itu sendiri juga dihadiri oleh Kepala Standardisasi dan Kebijakan untuk Layanan Industri di Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, dan Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto.

Selain itu, mereka juga berencana untuk memperluas pasar ekspor dengan memasuki negara-negara di Asia. Peluncuran ekspor itu sendiri juga dihadiri oleh Kepala Standardisasi dan Kebijakan untuk Layanan Industri di Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, dan Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto.

Perlu dicatat bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal sendiri dikembangkan oleh PT Jababeka, Tbk (KIJA), dan Sembcorp Singapura. Kawasan industri terpadu ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada tahun 2016. KEK Kendal sendiri tercatat sebagai salah satu KEK terbaik atau model bagi pengembangan kawasan industri baru lainnya di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
31ab7b67c2eb57cb694af1443721bdd4

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.