Kawasan Industri Kendal (KIP) menegaskan kembali posisinya sebagai ekosistem industri terkemuka di Jawa Tengah melalui acara KEK Kendal dan Forum Masa Depan Jawa Tengah 2025 yang digelar di Semarang pada 15 Oktober 2025. Forum tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol Ahmad Luthfi, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permatasari, serta pejabat pemerintah dan pelaku industri. Dalam acara tersebut, berbagai penghargaan diberikan kepada instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku bisnis yang telah aktif berkontribusi pada pengembangan kawasan industri berkelanjutan.
Malam penghargaan dibagi menjadi dua bagian, yaitu Penghargaan Pemerintah dan Penghargaan Penyewa untuk pelaku bisnis. Pemerintah provinsi dan kabupaten, serta lembaga pendidikan tinggi, menerima apresiasi atas sinergi mereka dalam memperkuat infrastruktur, regulasi, dan pengembangan sumber daya manusia industri. Di antara mereka, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Anugerah Dharma Arthapraja Utama, sementara Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari menerima penghargaan Anugerah Dharma Arthapraja Pratama atas kepemimpinannya dalam mendorong percepatan investasi dan penciptaan lapangan kerja di wilayah tersebut. Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah lembaga seperti Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Kantor Investasi dan PTSP, Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, Kepolisian, Kejaksaan, dan universitas mitra industri seperti UNDIP, UNNES, dan Politeknik Pengolahan Furnitur dan Kayu (Polifurneka).
Di sisi lain, Tenant Awarding adalah momen apresiasi bagi para pelaku industri yang telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap investasi, ekspansi, dan praktik berkelanjutan. Beberapa kategori yang diumumkan meliputi:
Kepatuhan Regulasi & HSE Terbaik, Penyerapan Tenaga Kerja Tertinggi, Kemajuan Pembangunan Tercepat, Program CSR Paling Inovatif, dan Estetika Bangunan dan Lanskap Terbaik. Sejumlah perusahaan, seperti PT Trina Mas Agra
PT Polygroup Manufacture Indonesia, PT Eclat Textile International, PT Matahari Tire Indonesia, dan PT Sitoy Leather Products Indonesia, menerima penghargaan dalam berbagai kategori berkat kontribusi nyata mereka dalam
Memperkuat rantai pasokan industri di Jawa Tengah.
Direktur Eksekutif KIP Juliani Kusumaningrum mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas upaya bersama semua pemangku kepentingan dalam mengembangkan kawasan industri yang kompetitif. “Setiap penghargaan yang diberikan malam ini bukan hanya simbol apresiasi, tetapi juga cerminan dari ekosistem industri yang solid yang berkolaborasi lintas sektor dan berorientasi pada keberlanjutan. Kami percaya bahwa masa depan industri Indonesia akan tumbuh dari kemitraan dan kolaborasi erat seperti ini,” ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri.
Keberadaan kawasan industri seperti KIP merupakan kunci transformasi ekonomi regional. “Jawa Tengah memiliki banyak peluang dan potensi area untuk pengembangan investasi, khususnya Kawasan Industri Kendal, yang sangat kompetitif dan telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di provinsi ini. Kehadiran KIP telah membantu mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga 7,7 persen. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dapat efektif dalam membangun Jawa Tengah bersama dan secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari menyampaikan apresiasinya atas kontribusi para pelaku bisnis yang telah membangun kepercayaan global terhadap Kendal sebagai destinasi industri terkemuka. “Kendal telah berkembang menjadi kawasan industri yang kompetitif berkat sinergi antara investor, pekerja lokal, dan dukungan pendidikan kejuruan. Pemerintah Kabupaten Kendal akan terus memastikan iklim bisnis yang kondusif dan kolaboratif sehingga manfaat investasi dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Upacara penghargaan di Forum Masa Depan Kendal dan Jawa Tengah 2025 memberikan kesempatan untuk merefleksikan perjalanan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dalam memperkuat daya saing industri nasional. Melalui sinergi antara pemerintah, investor, dan lembaga pendidikan, KEK Kendal terus bertransformasi menjadi kawasan industri yang tidak hanya produktif tetapi juga berkelanjutan dan inklusif untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan bangsa.




