Jalan tol Batang-Semarang siap dilalui oleh para pengguna jalan.

HILDA B ALEXANDER Kompas.com – 04/06/2018, 06:00 WIB Kondisi jalan di jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (06/06/2018).

Pembangunan jalan tol telah mencapai 95 persen dan diperkirakan akan berfungsi penuh pada acara reuni dan setelah Lebaran 2018.

(MAULANA MAHARDHIKA) SEMARANG, KOMPAS.com – Perkembangan signifikan terlihat pada pekerjaan konstruksi Jalan Tol Batang-Semarang yang menghubungkan Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang, Jawa Tengah. Hal ini terutama pada bagian fisik jalan, yang sebagian besar sepanjang 75 kilometer berupa perkerasan kaku, sedangkan sisanya masih berupa beton tipis atau lantai kerja dengan ketebalan 10 sentimeter. Baca juga: Jasa Marga Optimis Homecoming 2018 Lebih Baik Dari Tahun Lalu PT Jasamarga Semarang Batang Direktur Utama (JSB) Arie Irianto menegaskan kesiapan jalan tol yang ditanganinya selama acara homecoming dan setelah Lebaran 2018. “Sudah bisa digunakan secara fungsional. Kecuali Jembatan Kalikuto, saat ini sedang kami kerjakan dan akan selesai pada D-2 Lebaran,” kata Arie kepada Tim Trans Java Compass.com pada Minggu (06/06/2018).

Sesuai rencana, jalan tol ini akan dibuka secara fungsional sejak H-10 Lebaran selama 24 jam. Untuk mendukung kenyamanan, JSB akan memasang lampu penerangan dan tolo-to untuk memudahkan pengguna jalan saat berkendara di malam hari. Kondisi jalan di jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (06/06/2018).

Pembangunan jalan tol telah mencapai 95 persen dan diperkirakan akan berfungsi pada masa pulang kampung dan setelah Lebaran 2018. (MAULANA MAHARDHIKA) Selain itu, delapan tempat istirahat dan tempat parkir sementara juga akan dibangun. Empat di antaranya berupa tempat parkir sementara yang akan dibangun di Sta. 389 + 850 dan Sta. 418 + 200 Jalur B, serta Sta. 407 + 900 dan Sta. 420 + 400 Jalur A. Tempat parkir keempat akan berlokasi di Jalur B, yaitu di Sta. 381 + 100, Sta. 401 + 600, Sta. 436 + 700 dan Sta. 442 + 600. Dalam catatan Tim Merapah Kompas.com Trans Java, panjang jalan yang telah dilapisi perkerasan kaku telah mencapai 57 kilometer jika digunakan nanti. Arie mengakui bahwa di beberapa titik masih ada yang belum terhubung karena lahan yang dibutuhkan belum tersedia. Namun secara keseluruhan, luas lahan yang telah diakuisisi telah mencapai 90,84 persen atau 8.229 bidang dari total kebutuhan 8.328 bidang. Kondisi pembangunan jembatan Kali Kuto pada Proyek Jalan Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (06/06/2018).

Jembatan ini merupakan jembatan lengkung baja pertama di Indonesia yang dirakit di lokasi kerja. (MAULANA MAHARDHIKA) Salah satu elemen penting dari jalan tol ini adalah Jembatan Kalikuto. Jembatan sepanjang 100 meter ini akan menjadi ikon Jalan Tol Batang-Semarang. Saat ini, pekerjaan konstruksi jembatan telah mencapai 70 persen. Menurut Arie, jembatan tipe lengkung ini dibagi menjadi 12 segmen. Masing-masing dari enam segmen dibangun ke atas, sebelum akhirnya ditarik bersama. “Harus presisi, kalau tidak presisi, nanti tidak bisa ditemukan. Ini sebenarnya kembaran Jembatan Holtekamp. Tapi kalau Holtekamp dirakit (di pabrik) akan ditempatkan di kapal. Kalau tidak, sebenarnya dipasang di lapangan,” jelas Arie. Foto udara pembangunan jembatan Kuto Kali di ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (06/06/2018).

Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada ruas H-2 Lebaran dan merupakan jembatan lengkung baja pertama di Indonesia yang dirakit di lokasi proyek. (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) Perlu dicatat bahwa berat jembatan ini adalah 2.400 ton dengan lengkungan merah dan penyangga putih. “Ada kebanggaan nasional di sini, karena bisa juga disebut Jembatan Merah Putih,” kata Arie. Skenario Kemacetan Skenario kemacetan yang disiapkan oleh JSB adalah kendaraan kemacetan diarahkan mengalir dari barat ke timur melalui Trunk dan kemudian keluar di Grinsing. Mengapa keluar di Grinsing, karena Jembatan Kalikuto yang baru akan berfungsi pada tingkat penggunaan dan keselamatan jalan di D-2 Lebaran. Alat berat melintasi proyek jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, pada hari Minggu (06/06/2018).

Pembangunan jalan tol telah mencapai 95 persen dan diperkirakan dapat digunakan secara fungsional pada arus mudik dan setelah Lebaran 2018. (MAULANA MAHARDHIKA) Setelah meninggalkan Grinsing menuju Jalur Pantai Jawa Utara (Pantura), para pengguna jalan dapat masuk kembali melalui SS Weleri dan kemudian menyeberang jalan tol menuju Krapyak, Semarang. Dengan persiapan seperti itu, kata Arie, diharapkan arus mudik akan lancar dari barat ke timur.

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
31ab7b67c2eb57cb694af1443721bdd4

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.