Melalui Ekspansi, Kawasan Ekonomi Khusus Kendal Memperkuat Kolaborasi Strategis Antara Indonesia dan Singapura

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal semakin memainkan peran kunci sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri paling dinamis di Indonesia, sekaligus menjadi simbol keberhasilan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Singapura. Seiring pertumbuhan kawasan ini, kapasitas lahan industrinya terus meningkat dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi regional dan nasional semakin kuat.

Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, tercatat bahwa kemitraan ekonomi yang terjalin melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menjadi contoh nyata kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa kolaborasi ini telah membuka peluang investasi baru, mempercepat industrialisasi regional, dan menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, pemerintah Singapura menekankan bahwa KEK Kendal menjadi model keberhasilan pengembangan kawasan industri terpadu di Indonesia, yang mampu memberikan kepastian, efisiensi, dan daya saing bagi investor global.

Data menunjukkan bahwa ekonomi Jawa Tengah terus tumbuh. Investasi pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai Rp 23,02 triliun, yang merupakan peningkatan 5,35 persen dari periode yang sama tahun lalu. Terdapat tren kenaikan yang konsisten sejak tahun 2021. Kabupaten Kendal merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pencapaian ini, dengan Rp 3,61 triliun.
dalam realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Bahkan, Kendal tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2024.

Hingga kuartal pertama tahun 2026, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal telah menarik 139 bisnis dengan total komitmen investasi mencapai Rp 189,16 triliun dan menciptakan sekitar 42.000 lapangan kerja. Sektor industri yang berkembang cukup beragam, mulai dari industri otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, fesyen, furnitur, dan makanan dan minuman hingga sektor industri pendukung lainnya.

Hingga saat ini, jumlah bisnis terus bertambah, dan permintaan lahan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus meningkat. Menanggapi tingginya minat ini, perluasan KEK Kendal bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri terpadu, termasuk peningkatan infrastruktur, fasilitas logistik, dan utilitas kawasan, serta layanan dukungan perizinan yang lebih efisien.

Juliani Kusumaningrum, Direktur Eksekutif Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, menyatakan bahwa keberhasilan kawasan ini tidak terlepas dari sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra strategis dari Singapura. “Kawasan Ekonomi Khusus Kendal didirikan dengan visi jangka panjang untuk menjadi pusat pertumbuhan industri modern yang berdaya saing global. Kami melihat kepercayaan investor terus meningkat, dan merupakan tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, dan memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Juliani menambahkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri tetapi juga sebagai penggerak transformasi ekonomi regional. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan kolaborasi internasional yang kuat, KEK Kendal yakin dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat industri Kabupaten Kendal dan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
9434f89ff8183bbb93fbcb9579c1afb2

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.