PT Hiron Indonesia Industry meresmikan pabrik pertamanya di Indonesia, yang berlokasi di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Fasilitas produksi ini menandai tonggak penting dalam ekspansi internasional perusahaan induknya, Qingdao Hiron Commercial Cold Chain Co., Ltd, yang dikenal sebagai produsen peralatan pendingin komersial dengan jaringan distribusi global yang berasal dari Tiongkok.
Fasilitas produksi ini dibangun untuk mendukung pengembangan, produksi, dan layanan Rantai Dingin (peralatan pendingin) komersial yang semakin dibutuhkan oleh berbagai sektor, termasuk FMCG dan ritel modern. Produk Hiron saat ini diekspor ke enam benua di seluruh dunia, mencakup puluhan negara dan wilayah, dengan reputasi yang kuat dalam menyediakan solusi pendinginan yang berfokus pada spesialisasi, diferensiasi, dan kustomisasi.
Upacara peresmian tersebut dihadiri oleh para pejabat pemerintah, termasuk Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, sejumlah kepala dinas dari Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah, serta Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Kehadiran para pejabat pemerintah ini menegaskan kembali dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri manufaktur modern di Kendal.
Dyah Kartika Permanasari meyakini bahwa pengoperasian pabrik Hiron telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Ia menekankan bahwa investasi seperti ini memperkuat posisi Kendal sebagai daerah yang mampu menarik industri global sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
Sebagai basis produksi luar negeri pertama, pabrik Hiron di Kendal dibangun untuk memperkuat rantai pasokan global perusahaan dan meningkatkan kapasitas layanan bagi konsumen di berbagai negara. CEO Hiron Holding, Bapak Shao Wei, menekankan melalui arahan kebijakan perusahaan bahwa keberadaan fasilitas ini merupakan langkah penting dalam perjalanan globalisasi Hiron. Fokus perusahaan adalah menyediakan solusi pendinginan komersial yang unggul, mempertahankan standar keahlian, dan terus menciptakan nilai yang lebih besar bagi pelanggan di berbagai negara. Hal ini sejalan dengan strategi pengembangan jangka panjang perusahaan.
Juliani Kusumaningrum, Direktur Eksekutif KIP, mengatakan bahwa kehadiran Hiron menambah nilai bagi pengembangan industri di wilayah tersebut. “Kehadiran Hiron semakin melengkapi ekosistem industri berbasis teknologi di KIP. Produsen peralatan elektronik dan pendingin, seperti Hiron, memainkan peran penting dalam menciptakan rantai industri yang saling terhubung di wilayah tersebut dan memperluas diversifikasi sektor manufaktur yang berkembang pesat di Kendal,” katanya.
Dengan dibukanya pabrik ini, KIP kini memiliki 135 perusahaan dari berbagai sektor dan negara. Saat ini, lebih dari 50 perusahaan tersebut sudah beroperasi. Kehadiran Hiron tentu memperkuat posisi kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan teknologi dan manufaktur modern di Jawa Tengah.




