Gubernur Luthfi Menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama Antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Usaha KIP

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci keberlanjutan pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Dalam semangat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan beberapa perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIP) telah sepakat untuk berkolaborasi dengan menandatangani perjanjian kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, dan badan usaha KIP.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Link and Match yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan pendidikan vokasi dan teknik. Melalui kesepakatan ini, pendidikan dan industri akan berkolaborasi untuk menyelaraskan kurikulum, membuka akses ke magang dan pelatihan, serta memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan merekrut dan menempatkan pekerja sesuai kebutuhan industri. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyesuaikan kurikulum dan program pembelajaran berdasarkan masukan dari industri. Kedua dinas tersebut juga akan berkolaborasi dalam memantau dan mengevaluasi program untuk memastikan pelaksanaannya yang efektif dan berkelanjutan.

Penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung dalam rangkaian acara di SEK Kendal dan Forum Masa Depan Jawa Tengah 2025, disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Bupati Kendal, serta Manajemen SEK Kendal dan KIP. Bagi pelaku usaha, kolaborasi ini tentu akan memberikan manfaat nyata berupa akses ke tenaga kerja terlatih, memperkuat citra perusahaan sebagai industri yang peduli terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal, sekaligus memperkuat hubungan strategis dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan.

Direktur Eksekutif KIP, Juliani Kusumaningrum, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan pilar penting bagi pengembangan ekosistem industri yang kompeten. “Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia adalah salah satu pilar utama pertumbuhan industri. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan entitas bisnis di KIP, kami ingin memastikan bahwa penguatan investasi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Para penandatangan perjanjian tersebut termasuk PT Royal Regent Indonesia, PT Borine Technology Indonesia, PT Eclat Textile International, PT Polygroup Manufaktur Indonesia, dan PT Sasakura Indonesia. Keterlibatan pelaku bisnis dari berbagai sektor, mulai dari elektronik, tekstil, hingga manufaktur mainan, mencerminkan komitmen para pelaku industri di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal untuk berperan aktif dalam mengembangkan sumber daya manusia lokal sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia.

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
31ab7b67c2eb57cb694af1443721bdd4

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.