PT Beurer Indonesia Technology hari ini secara resmi merilis ekspor produk pertamanya ke Jerman, dengan mengirimkan 12.000 unit alat pijat senilai USD 45.000 melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Pengiriman ini menandai langkah penting pertama bagi Beurer Indonesia dalam memasuki rantai pasokan global sekaligus memperkuat kontribusi Kawasan Ekonomi Khusus Kendal terhadap pertumbuhan ekspor nasional.
Beurer GmbH adalah perusahaan dari Ulm, Jerman, yang berdiri sejak tahun 1919 dan dikenal sebagai pelopor produk kesehatan & kesejahteraan. Selama lebih dari satu abad, Beurer telah memimpin pasar Eropa untuk alat-alat kesehatan, perangkat pijat, perawatan kecantikan, dan pemantauan kesehatan. Melalui ekspansi globalnya, Beurer membangun fasilitas produksi skala besar di KEK Kendal dengan kapasitas hingga 600.000 unit per bulan.
Ekspor perdana ini dihadiri oleh Tjertja Karja Adil, Kepala Administrator SEK Kendal, Bier Budy Kismulyanto, Kepala Bea Cukai Semarang, manajemen Kawasan Industri Kendal, dan perwakilan dari beberapa instansi pemerintah. Pada kesempatan tersebut, Sugeng selaku Direktur PT Beurer Indonesia Technology mengatakan bahwa ekspor perdana ini merupakan langkah penting dalam perjalanan Beurer Indonesia untuk menjangkau pasar global dan menunjukkan keunggulan manufaktur Indonesia. Dengan kapasitas produksi yang besar dan kesiapan operasional di KEK Kendal, Beurer siap memenuhi permintaan global.
Direktur Eksekutif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan bahwa keberhasilan ekspor ini menunjukkan kesiapan kawasan tersebut dalam mendukung industri berbasis ekspor. “Ekspor pertama Beurer Indonesia menunjukkan bagaimana fasilitas di KEK Kendal mampu menjadi pusat produksi untuk industri berorientasi ekspor. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia, melalui KEK Kendal, merupakan bagian penting dari rantai pasokan global untuk sektor alat kesehatan dan gaya hidup sehat,” ujarnya.
Kepala KPPBC Tipe Madya Semarang, Bier Budy Kismulyanto, juga menyampaikan apresiasinya atas ekspor pertama Beurer. “Kami berharap ekspor ini dapat berjalan berkelanjutan dan fasilitas yang disediakan SEZ dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan dukungan berbagai fasilitas fiskal yang tersedia, kami yakin kegiatan ekspor seperti ini akan memberikan manfaat nyata tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perekonomian nasional melalui peningkatan devisa,” ujarnya.




