PT Indonesia BTR New Energy Material meresmikan pembukaan pabrik komponen baterai listrik Anoda di Kawasan Industri Kendal pada tanggal 7 Agustus 2024. Peresmian ini juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Investasi, Perwakilan Duta Besar China untuk Indonesia, serta beberapa pemerintah daerah.
BTR adalah perusahaan asal Tiongkok yang didirikan pada tahun 2000 dan berhasil menjadi pabrik anoda terbesar nomor satu di dunia. Pada akhir tahun 2023, BTR memutuskan untuk berekspansi ke Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 478 juta pada tahap pertama, kemudian USD 299 juta pada tahap selanjutnya. Akan ada 7.800 pekerja yang terserap, dengan penyerapan 6.000 pekerja lokal selama pembangunan, dan 1.800 pekerja lokal saat beroperasi pada tahap pertama dan kedua.
Setelah resmi beroperasi, PT Indonesia BTR New Energy Material akan memproduksi 80.000 ton material anoda, sekaligus terus mengembangkan kapasitas produksi di lokasi yang sama. Konstruksi tahap kedua akan segera dimulai dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama tahun 2025 dengan kapasitas produksi tambahan sebesar 80.000 ton per tahun. Dengan total produksi 160.000 ton per tahun, hal ini menjadikan Indonesia sebagai produsen material anoda baterai lithium-ion terbesar kedua di dunia setelah China.
Pada acara peresmian tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia saat ini fokus pada hilir industri, tidak hanya pada komoditas nikel tetapi juga tembaga, timah, dan lain-lain, termasuk komponen kendaraan listrik. “Karena Indonesia ingin membangun ekosistem kendaraan listrik, membangun ekosistem EV terintegrasi adalah sesuatu yang harus dilakukan agar kita menjadi bagian penting dari rantai pasokan dunia.” Presiden juga menyambut baik pengoperasian pabrik anoda ini, yang menurutnya akan memperkuat industri kendaraan listrik Indonesia.
Hasil produksi dari pabrik BTR akan dipasok ke beberapa merek seperti BYD, SK Group, LG, Samsung, dan berbagai perusahaan terkemuka lainnya. Serta diekspor ke berbagai perusahaan terkemuka di Amerika, Eropa, Jepang, dan Korea.
Saat ditemui langsung, He Xueqin selaku Ketua BTR New Material Group menyampaikan tujuan dan harapannya untuk berinvestasi di Indonesia. “Selain mendukung program hilir pemerintah, kami berharap proyek ini juga dapat meningkatkan devisa negara. Kami juga berharap proyek BTR ini dapat mendukung Indonesia untuk terintegrasi ke dalam rantai pasokan global material baterai lithium dan menjadi pemain global dalam ekosistem baterai dan kendaraan listrik.”
Ke depannya, untuk memenuhi permintaan produk ramah lingkungan, BTR akan menggunakan energi dari gas, dan berkomitmen untuk melaksanakan transisi energi serta berencana untuk menjalin perjanjian jual beli listrik hijau dengan PT. PLN (Persero) pada tahap kedua.
Setyono Djuandi Darmono, Pendiri & Direktur Utama PT Jababeka Tbk sebagai perusahaan patungan dari PT Kawasan Industri Kendal, mengungkapkan efek pengganda yang tercipta dengan kehadiran BTR di KEK Kendal. “Saat ini, industri otomotif dan energi terbarukan mulai menjadi tren baru di SEK Kendal. Tentu saja, kami berharap dengan beroperasinya BTR, ini akan menarik industri energi terbarukan dan otomotif lainnya untuk masuk dan menciptakan ekosistem industri terpadu di kawasan ini. “Selain itu, dengan meningkatnya pertumbuhan industri di wilayah ini, diharapkan dapat memperluas penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” ujarnya.




