Tertarik dengan Industri Furnitur Jawa Tengah, Asosiasi Furnitur Johor Malaysia Mengunjungi Politeknik Furnitur di Kawasan Industri Kendal

Kendal — Asosiasi Furnitur Johor Malaysia didampingi Konsulat Jenderal Indonesia di Johor Bahru melakukan kunjungan kerja khusus ke Jawa Tengah pada Sabtu, 4 Juni 2022. Jawa Tengah dianggap memiliki daya tarik tersendiri bagi anggota Asosiasi Furnitur sebagai pusat industri furnitur di Indonesia. Sumber daya alam bahan baku furnitur seperti kayu, bambu, dan rotan merupakan salah satu komoditas yang paling banyak tersebar di Jawa Tengah. Sedangkan untuk komoditas kayu, seperti kayu gelondong, kayu olahan, kayu lapis, dan vinil, kelima komoditas kayu ini merupakan yang terbesar yang diproduksi di Jawa Tengah.

Di sisi lain, sebagai surga sumber daya alam untuk bahan baku furnitur, Jawa Tengah juga didukung oleh sumber daya manusia yang ahli di sektor furnitur. Dalam agenda kunjungan, Asosiasi Furnitur Johor Malaysia secara khusus mengunjungi satu-satunya politeknik furnitur di Jawa Tengah, yaitu Politeknik Industri Pengolahan Kayu dan Furnitur Kendal yang terletak di kawasan Kawasan Industri Kendal (KEK Kendal).

Alfani Risman Nugroho, Direktur Asosiasi Politeknik Industri Pengolahan Kayu dan Furnitur Kendal, juga menyambut anggota Asosiasi Furnitur Johor dan Konsulat Jenderal Indonesia di Johor Bahru. “Kami menyambut dan berterima kasih atas minat Anda pada Politeknik Furnitur Kendal. Kami berharap dengan mengunjungi ruang pamer Politeknik kami, kami dapat memberi Anda gambaran tentang industri furnitur di Jawa Tengah.”

Menurut Alfani, sejak diresmikan pada tahun 2017, Politeknik Furnitur Kendal telah sukses menggelar wisuda pertamanya dengan total 87 mahasiswa. Dari seluruh lulusan tersebut, diketahui bahwa 100% telah terserap oleh industri furnitur di Jawa dan Bali.

Konsulat Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Sandy A Katuul, dalam pidatonya menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya ke Kendal, “Hubungan antara bisnis furnitur Malaysia dan Indonesia telah terjalin sejak lama. Dan ini adalah kunjungan pertama kami setelah pandemi kemarin. Tujuan pertama kunjungan kami adalah untuk melihat dan mengetahui lebih banyak tentang politeknik furnitur di Kendal. Tujuan kedua kami adalah untuk mengetahui potensi bisnis industri furnitur di Kendal, Jawa Tengah.”

Juliani Kusumaningrum selaku Kepala Penjualan dan Pemasaran KEK Kendal mengungkapkan bahwa di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal ini, terdapat banyak keuntungan investasi yang dapat dinikmati oleh industri furnitur. Salah satunya adalah pembebasan bea impor, bebas PPN, dan pengurangan pajak penghasilan badan. “Kami menjamin bahwa di KEK Kendal ini, industri furnitur akan mendapatkan banyak kemudahan dan keuntungan dalam mendirikan usahanya di Indonesia. Karena hanya di KEK Kendal, industri furnitur dapat menikmati fasilitas fiskal seperti Cuti Pajak dan Tunjangan Pajak,” kata Juliani.

“Di Kawasan Industri Kendal, kami memiliki klaster furnitur yang mencakup perusahaan industri furnitur dari berbagai negara seperti Singapura, Hong Kong, dan juga Malaysia. Kawasan ini juga dilengkapi dengan Politeknik Furnitur di dalam kawasan. Saya pikir ini akan menjadi tempat yang nyaman, terutama bagi industri furnitur yang akan membangun bisnisnya di Indonesia untuk pertama kalinya,” kata Stanley Ang selaku Direktur Utama Kawasan Industri Kendal dalam pidatonya.

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
31ab7b67c2eb57cb694af1443721bdd4

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.