Pemerintah Mengapresiasi Kawasan Ekonomi Khusus Kendal sebagai Pelopor Investor dalam Bermitra dengan UMKM

Bertempat di Kantor Bupati Kendal, para pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menandatangani Deklarasi Kemitraan UMKM (1/9/21). KEK Kendal menjadi kawasan industri pertama yang meluncurkan kemitraan antara pelaku usaha (investor) dan UMKM. KEK Kendal yang berbasis kawasan industri, yang diresmikan oleh Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada tahun 2016, mendapat pesan langsung dari Presiden bahwa keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIP) harus mampu memberikan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Didik Purbadi selaku Direktur KIP mengatakan bahwa KIP sebagai Proyek Strategis nasional dikembangkan di lahan seluas 2200 hektar, dan sebagai usaha patungan antara PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp – Singapura, berkomitmen untuk selalu mendukung program pemerintah. Kemitraan dengan UMKM ini merupakan manifestasi dari eksistensi industri untuk bersinergi dengan UMKM dalam memajukan Kabupaten Kendal. Didik berharap kemitraan ini dapat berlandaskan prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance). “Kami berharap dengan program kemitraan ini, pelaku bisnis di SEK Kendal dan UMKM dapat tumbuh bersama dan berkelanjutan dalam memajukan Kendal,” ujarnya.

Penandatanganan Deklarasi Kemitraan UMKM tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan Anang Widiasmoro selaku Kepala Administrasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Dalam upacara penandatanganan tersebut, terdapat delapan pelaku usaha yang berpartisipasi, salah satunya adalah PT Kawasan Industri Kendal sebagai badan usaha pengembang KEK Kendal, dan 7 pelaku usaha lainnya yang merupakan anggota KEK Kendal. Mereka termasuk PT Master Kidz Indonesia, PT Eclat Textile International, PT Global Textile Indonesia, PT Sinar Harapan Plastik, PT Auri Steel Metalindo, PT Maju Bersama Gemilang, dan PT Borine Technology Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari beberapa negara, yaitu Indonesia, Singapura, Hong Kong, Tiongkok, dan Taiwan.

Sementara itu, selama acara tersebut, Dico menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pelaku bisnis atas investasi mereka di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Sebagai bentuk apresiasi, ia menjanjikan kemudahan bagi para investor untuk berinvestasi di KEK Kendal. Dico juga menyambut baik kemitraan antara pelaku bisnis dan UMKM, termasuk pelaku bisnis lokal dan nasional.

Dico menyatakan bahwa pemerintah Kendal berjanji untuk memperjuangkan harapan investor terkait keringanan pajak dan libur pajak yang dapat diwujudkan oleh BKPM. “Dalam visi dan misi saya, saya ingin menciptakan investasi yang mudah serta iklim investasi yang aman dan nyaman di Kabupaten Kendal. Bagi pelaku usaha yang telah menandatangani perjanjian kemitraan hari ini dan persyaratan berkasnya lengkap, kami akan membantu mewujudkan keringanan pajak dan libur pajak tersebut.” Ini juga merupakan kali pertama pelaku usaha dapat menikmati keringanan pajak dan libur pajak meskipun mereka masih dalam tahap pembangunan.

Andy Chan, Direktur Utama PT Master Kidz Indonesia juga menyampaikan harapan agar insentif pajak dan libur pajak segera terwujud. Menurutnya, libur pajak merupakan salah satu alasan mereka tertarik berinvestasi di SEK Kendal, oleh karena itu ia berharap insentif pajak dan libur pajak dapat segera diselesaikan. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Auripallas Pramana (Direktur Utama PT Auri Steel Metalindo), “Bagi perusahaan industri baja dan galvalume seperti kami, tentu kami sangat berharap dapat segera menikmati libur pajak ini. Sejak mulai beroperasi di SEK Kendal, kami telah menjalin kemitraan dalam hal merekrut pekerja lokal, melibatkan UMKM dalam pembuatan seragam perusahaan, serta mengolah kembali sisa bahan produksi kami oleh UMKM menjadi berbagai kompor dan alat pertanian.”

Pada kesempatan yang sama, Hary Tio selaku Direktur Utama PT Sinar Harapan Plastik mengatakan bahwa sebelumnya partainya telah bermitra dengan pelatihan kejuruan untuk perekrutan tenaga kerja di pabrik pertamanya. Ia juga akan melakukan hal yang sama untuk pabrik di SEZ Kendal. Begitu pula PT Eclat Textile International, yang berharap Pemerintah Kendal dapat membantu mereka dalam melakukan kemitraan perekrutan tenaga kerja, “Saat ini kami melatih 400-500 pekerja yang kami persiapkan untuk bagian produksi. Namun di masa depan kami membutuhkan hingga 6000 pekerja, oleh karena itu kami berharap G“Dukungan dan bantuan pemerintah dalam hal ketersediaan tenaga kerja terlatih,” kata Jake Su (General Plant Manager PT Eclat Textile International).

Mengenai jawaban atas harapan para pelaku bisnis terkait realisasi keringanan pajak, Dico mengatakan bahwa dalam hal ini ia menerima perintah langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Perintah tersebut ditujukan kepada para pelaku bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal yang administrasinya telah selesai, sehingga keringanan pajak dapat segera diberlakukan.

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
31ab7b67c2eb57cb694af1443721bdd4

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.