Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal telah menjadi Teladan bagi KEK Indonesia.

Kendal – Bupati Kendal Dico Ganinduto menerima kunjungan dari Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, yang dihadiri oleh Enoh Suharto, Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, dan Budi Santoso selaku Wakil Ketua III Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus. Dico menerima kunjungan tersebut di kantornya di Pendopo Kendal pada Sabtu, 24 April 2021.

Pada kesempatan ini Sekretaris Dewan Nasional SEZ, Enoh Suharto Pranoto melaporkan perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Kawasan Industri Kendal (KIP) sendiri telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Sementara itu, Dewan Nasional SEZ telah mengevaluasi KEK Kendal, dan kemudian dinyatakan bahwa KEK Kendal siap beroperasi.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Dewan Nasional SEZ di 15 KEK di seluruh Indonesia, Enoh menyatakan bahwa perkembangan SEZ Kendal sangat baik.

“Kami telah mengevaluasi 15 Kawasan Ekonomi Khusus di seluruh Indonesia dan kami berpendapat bahwa kinerja KEK Kendal sangat baik, bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu kinerja terbaik di antara Kawasan Ekonomi Khusus lainnya,” kata Enoh.

Salah satu ciri khas Zona Ekonomi Khusus adalah keberadaan Kantor Administrasi. Enoh mengatakan bahwa peran Administrator sangat penting dalam keberhasilan Zona Ekonomi Khusus. Administrator dapat diibaratkan sebagai titik masuk bagi investor, sehingga investor dapat lebih mudah memperoleh fasilitas fiskal dan non-fiskal dari SEZ. Untuk Kawasan Industri Kendal, kantor Administrator telah siap beroperasi sejak 23 April 2021, dengan laporan serah terima resmi.

Bupati Dico mengatakan bahwa dengan status Kawasan Ekonomi Khusus, hal ini dapat memfasilitasi investasi, dan dalam hal ini, KIP dapat menjadi pilihan terbaik untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Ia juga menyatakan bahwa KIP Kendal dapat menjadi contoh bagi kawasan industri lainnya.

“Tentu saja, dengan status zona ekonomi khusus ini, akan lebih mudah untuk berinvestasi dengan insentif yang ditawarkan. Harapan lainnya adalah status ini dapat menciptakan kawasan industri yang berbeda dari yang lain, serta memberikan pilihan terbaik untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Pemerintah daerah juga akan proaktif dalam memberikan dukungan, sehingga kawasan industri di Kendal dapat berkembang lebih cepat, dan dapat menjadi model bagi kawasan industri lainnya,” kata Dico.

Dico menyatakan bahwa KIP telah banyak berkontribusi kepada Kendal, tetapi dia juga mempercayakan harapannya kepada KIP.

“Kini, dengan adanya Kawasan Industri Kendal, Kendal semakin berkembang. KIP juga telah berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja. Kami berharap di masa depan KIP dapat bekerja sama untuk membangun Kendal, tidak hanya di sektor industri tetapi juga di bidang pariwisata dan UMKM sehingga dapat meningkatkan perekonomian di Kendal,” kata Dico.

Stanley Ang, Presiden Direktur Kendal Industrial Park juga menjelaskan, “Impian KIP adalah mampu secara holistik menghubungkan entitas bisnis di KIP dengan industri lain dan UMKM di luar wilayah KIP, sehingga dapat mempercepat perekonomian Kendal dan Jawa Tengah.”

Hingga akhir Maret 2021, jumlah investor di Kawasan Industri Kendal adalah 66 dengan total investasi sebesar 19,2 triliun Rupiah.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Juliani Kusumanigrum (Juliani.kusumaningrum@kik.co.id atau 0822 660 500 51)

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
31ab7b67c2eb57cb694af1443721bdd4

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.