Singapura Membuka Peluang Investasi di Republik Indonesia: dari Kendal hingga Batam

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia – March 9, 2021 – 19:24

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia dan Singapura baru-baru ini memperbarui perjanjian investasi mereka. Diwakili oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing, kedua negara menandatangani pertukaran Instrumen Ratifikasi (IOR) Perjanjian Investasi Bilateral (BIT).

Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing mengatakan bahwa negaranya dan Indonesia saat ini menikmati hubungan bilateral yang kuat dan luas.

Menurut Chan Chun Sing, bahkan di tengah pandemi Covid-19, perpanjangan BIT justru memperkuat kemitraan kedua negara, dan mengirimkan sinyal penting kepada kedua negara dan mitra di kawasan ini mengenai Komitmen Singapura-Indonesia.

“Seperti yang Ibu Retno katakan, tahun lalu Singapura merupakan investasi asing terbesar di Indonesia. Kami sepenuhnya setuju dengan Anda, Ibu Retno. Kami sangat senang telah memegang posisi ini sejak tahun 2014 dan kami berharap investasi tersebut akan terus tumbuh,” kata Chan Chun Sing dalam pertemuan virtual pada Selasa (9 Maret 2021).

“Investasi kami di Indonesia meningkat 6,5% dari tahun ke tahun hingga mencapai rekor US$ 9,8 miliar pada tahun 2020, terlepas dari situasi Covid-19.”

Chan Chun Sing juga mengatakan Indonesia akan terus menjadi tujuan investasi yang menarik bagi perusahaan-perusahaan Singapura. Hal ini dapat dilihat dari terus mengalirnya investasi ke Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah, dan Taman Digital Nongsa di Kepulauan Riau (Kepri).

“Kawasan Industri Kendal telah menunjukkan kemajuan yang baik sejak dibuka pada tahun 2016, dengan hampir 9.000 lapangan kerja tercipta dan investasi sebesar US$ 1,37 miliar terserap. Saat ini, terdapat lebih dari 60 entitas bisnis yang berkomitmen di Kawasan Industri Kendal,” jelasnya.

Kawasan Industri Kendal sendiri secara resmi ditetapkan sebagai Zona Ekonomi Khusus oleh Pemerintah Indonesia pada Desember 2019. Chan Chun Sing mengatakan bahwa keberhasilan pengembangan Kawasan Industri Kendal dapat menarik investasi dan mendorong pengembangan wilayah sekitarnya.

Oleh karena itu, saat ini kami sedang menjajaki pengembangan infrastruktur lainnya, termasuk pengembangan Pelabuhan Kendal. Hal ini akan meningkatkan konektivitas logistik dan infrastruktur di wilayah Kendal, sehingga menjadikannya lebih menarik untuk investasi,” tambahnya.

Selain Kawasan Industri Kendal, Taman Digital Nongsa juga merupakan 'jembatan digital' bagi perusahaan teknologi di Singapura dan Indonesia.

Menurut Chan Chun Sing, sejak diluncurkan pada tahun 2018, Nongsa Digital Park telah berkembang dari segelintir perusahaan dan karyawan menjadi lebih dari 150 perusahaan dan perusahaan rintisan dari berbagai sektor, termasuk keuangan, sumber daya manusia, dan real estat, dengan lebih dari 900 pengembang teknologi dan staf kreatif.

“Dengan pergeseran global menuju platform online dan solusi digital setelah pandemi, ekspansi ini akan memungkinkan perusahaan teknologi di Singapura dan Indonesia untuk menemukan lebih banyak sinergi, dan memanfaatkan peluang yang berkembang di ruang digital,” kata Chan Chun Sing.

Tidak hanya itu, kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) juga tetap menjadi fondasi hubungan ekonomi bilateral yang kuat antara Singapura dan Indonesia. Menurut Chan Chun Sing, kawasan ini mendapat manfaat dari berbagai faktor, termasuk konektivitas yang kuat dengan Singapura, status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas, dan iklim investasi yang kondusif.

“BBK terus memiliki potensi besar sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dengan restrukturisasi rantai pasokan akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

“Singapura tetap berkeinginan untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam menghidupkan kembali ekonomi BBK, dengan memfasilitasi peluang investasi baru dan mengatasi berbagai masalah logistik, administrasi, dan regulasi yang dihadapi oleh usaha patungan.”

Sebagai informasi, pada tahun 1990-an dan awal 2000-an, sektor manufaktur di BBK sendiri mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210309183143-4-229019/singapura-pamer-investasi-di-ri-dari-kendal-hingga-batam

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
31ab7b67c2eb57cb694af1443721bdd4

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.