Perusahaan-perusahaan Tiongkok Tertarik pada Kawasan Industri Jawa Tengah karena Perbaikan yang Ada

Kawasan Industri Indonesia – Komitmen pemerintah Jawa Tengah untuk meningkatkan wilayahnya dalam menarik investor domestik dan asing telah membuahkan hasil positif. Pada tahun 2019, setidaknya 59 investor Tiongkok memindahkan bisnis mereka dari Jakarta ke beberapa daerah di Jawa Tengah. Kawasan industri Jawa TengahData dari Indonesia Investment Coordinating Board (BKPM) menyatakan bahwa sebagian besar perusahaan berasal dari produsen kayu dan furnitur. Kepala perusahaan tersebut BKPM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa inovasi yang dilakukan oleh Jawa Tengah Pemerintah menarik para pemilik bisnis untuk membuat kesepakatan dengan pemerintah provinsi (sumber: Tempo).

Langkah-langkah yang lebih mudah dan singkat dalam memperoleh izin usaha dan lisensi merupakan bagian dari transformasi yang dilakukan oleh pemerintah Jawa Tengah. Governor Ganjar Pranowo menyadari bahwa kemudahan dalam berbisnis adalah faktor utama untuk menarik investor. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa departemen Badan Investasi Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu untuk menciptakan regulasi yang ramah bisnis. Selain itu, ia juga meningkatkan infrastruktur untuk pengembangan Kawasan industri Jawa TengahPotensi-potensi ini telah menunjukkan hasil positif selama tiga tahun terakhir.

Misalnya, Jawa Tengah telah memenangkan Investasi Penghargaan tahun 2018 dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia Sebagai provinsi terbaik dalam menyediakan layanan terpadu satu atap di tingkat nasional. Prestasi ini diikuti dengan perluasan lahan seluas 2.000 hektar untuk industri manufaktur furnitur Tiongkok. Selain itu, investor Tiongkok juga berjanji untuk mengembangkan industri kerajinan kayu lokal di Jawa Tengah agar lebih kompetitif di pasar.

Selain itu, reformasi sektor bisnis pemerintah Jawa Tengah memperlancar pengembangan Kawasan Industri Kendal di wilayah Kendal, 25 km dari Semarang (ibu kota Jawa Tengah). Kawasan industri ini sendiri memperoleh status sebagai zona ekonomi khusus pada tahun 2019.Ini artinya Jawa Tengah akan memperoleh keuntungan yang sangat besar. dalam hal investasi, pendapatan regional, dan peningkatan pasar kerja di provinsi tersebut.

Berdasarkan laporan tahunan dari Jawa Tengah pemerintah untuk BKPMSetidaknya ada investasi senilai 50 triliun rupiah (US$ 3,5 miliar) yang berhasil diraih oleh provinsi tersebut pada tahun 2019. Lebih dari separuhnya berasal dari investasi asing, dan terdapat sekitar 15 triliun rupiah (US$ 1,05 miliar) yang berasal dari investor lokal.Diprediksi bahwa setelah fase pertama Taman Industri Kendal selesai pada tahun 2021, investasi akan meningkat karena semakin banyak investor Tiongkok yang mulai melakukan pembicaraan bisnis dengan pemerintah (sumber: Jakarta Post).

Daftar Isi
Bagikan

JELAJAHI LEBIH LANJUT

Berita Lainnya

21f153fb6c8bf73f13ea8f8094165b0b
162e1e1cfacb9d37232046c2c53d0b15
31ab7b67c2eb57cb694af1443721bdd4

Kendal SEZ di WeChat

Pindai QR code di samping untuk terhubung langsung dengan tim Kendal SEZ.