Kementerian Perindustrian Indonesia telah mendukung Taman Industri Kendal (KIP), Kawasan Industri Jawa Tengah, untuk membangun Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan KayuDi situs web kementerian, tertulis bahwa lembaga akademik ini dapat membantu industri untuk menciptakan lebih banyak kreativitas dan inovasi dalam mendesain produk yang mampu meningkatkan ekspor furnitur nasional di masa depan. Lingkungan akademik diharapkan dapat menjawab tantangan perkembangan industri furnitur dan tren pasar.
Direktur Utama & CEO Taman Industri Kendal, Stanley siIa menyetujui target yang ditetapkan oleh kementerian. Ia menambahkan, sistem pendidikan di politeknik direncanakan 70% praktik dan 30% teori. Pendekatan ini (yang diimplementasikan dari politeknik Swiss) akan mampu menciptakan lulusan yang dapat bersaing di pasar global, terutama di era industri 4.0 (sumber: Bisnis Indonesia). Dari sisi pemerintah, kementerian perindustrian bertekad untuk terus meningkatkan kinerja ekspor furnitur dari Indonesia ke beberapa negara. Industri furnitur merupakan salah satu sektor bisnis terkemuka di Indonesia karena menciptakan banyak lapangan kerja dan berorientasi ekspor.
Stanley Dijelaskan, sebagai kawasan industri baru di Indonesia, KIP berjanji untuk memenuhi target dari kementerian untuk menghasilkan tenaga kerja terampil dan inovatif dalam meningkatkan daya saing lokal dan global (sumber: Bisnis IndonesiaKIP akan mendukung pemerintah dalam mengoptimalkan potensi industri furnitur nasional melalui sumber daya manusia industri furnitur yang terampil dari Politeknik Industri FurniturTidak hanya meningkatkan kualitas tenaga kerja, pemerintah Indonesia juga berupaya mengoptimalkan beberapa kebijakan, seperti program bimbingan teknis produksi, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), promosi dan pengembangan akses pasar untuk meningkatkan ekspor furnitur nasional.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik IndonesiaJawa Tengah menyumbang lebih dari 50% dari total ekspor furnitur nasional karena industri furnitur merupakan bisnis utama di sana. Ditambah dengan dukungan dari Jawa Tengah kawasan industri melalui pengembangan Kendal Industrial ParkDengan demikian, ada peluang besar untuk meningkatkan target ekspor nasional hingga US$5 miliar dan menciptakan lapangan kerja baru bagi lebih dari 100.000 orang di masa mendatang.




