Rizky Alika katadata.co.id – August 15, 2019 – 16:20 WIB
Nasional Dewan Zona Ekonomi Khusus (KEK) telah menyepakati pembangunan dua KEK, yaitu di Likupang, Sulawesi Utara dan Kendal, Jawa Tengah. Likupang akan menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata sementara Kendal untuk industri berorientasi ekspor 4.0. “Prinsipnya disepakati. Namun memang ada beberapa pencatatan terkait area dan persyaratan yang harus diselesaikan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah menghadiri rapat di Kantor Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (15/8).
Saat ini, luas lahan KEK Likupang mencapai 200 hektar. Namun, akan diperluas menjadi 2.000 hektar. Infrastruktur akan ditingkatkan melalui pembangunan jalan, perluasan bandara, dan renovasi pelabuhan. Menurut Budi, investasi untuk renovasi pelabuhan saja mencapai Rp 100 miliar. (Baca: Menunggu Suntikan Modal Wirausaha di 10 Bali Baru) Sementara itu Kendal KEK akan memiliki lahan seluas 1.000 hektar. Kendal Industrial Park’s Executive Director Didik Purbadi kata, Kendal KEK Prioritas diberikan pada industri berorientasi ekspor 4.0. Sektor industri seperti tekstil dan pakaian, furnitur, makanan dan minuman, otomotif, elektronik, hingga logistik. Nilai investasi untuk pengembangan infrastruktur dan fasilitas regional di Kendal adalah Rp 4,8 triliun. “Kami juga berkomitmen untuk mendatangkan investasi asing langsung mencapai US$ 600-700 juta dalam tiga tahun ke depan,” katanya. Hingga tahun 2025, Kendal SEZ Diperkirakan akan menyerap 80 ribu pekerja.
Dewan Nasional KEK juga menyetujui perubahan rencana untuk pengembangan Tanjung Api Api KEK di Sumatera Selatan. KEK ini akan dipindahkan ke area dekat Pelabuhan Tanjung Carat. Usulan amandemen terhadap SEK Tanjung Api Api akan diatur dalam amandemen Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2014.




