Eldo Christoffel Rafael Kontan.co.id – 18/03/2019 – 18:34 WIB
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kawasan industri di Jawa Tengah semakin prospektif bagi investor baru. Tahun ini diproyeksikan akan ada sekitar 20 investor baru tambahan yang akan segera mewujudkan investasi di wilayah ini. Total perkiraan investasi sebesar US$ 1,5 triliun.
Kepala Penjualan & Pemasaran PT Kawasan Kendal Industri (KIK) Juliani Kusumaningrum Menurut keterangannya, hingga Februari 2019, terdapat 51 penyewa yang akan berinvestasi di KIK. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Kendal antara lain: PT Tat Wai, PT APP Timber, PT Ganda Sugih Arthaboga, PT MMI, PT Kendal Eco Furindo, PT Roda Maju Bahagia and Shophouses. Julian Dijelaskan bahwa investor baru ini juga disebabkan oleh dampak pembangunan jalan tol Trans Jawa yang telah diselesaikan pemerintah. Sehingga investor baru tersebut percaya bahwa pembangunan infrastruktur akan mempermudah akses jalan logistik barang dari Kendal ke kota-kota lain.
“Jawa Tengah tidak hanya dipandang sebagai pusat penghubung tetapi juga sebagai lokasi alternatif untuk ekspansi dengan keunggulan kompetitif dalam hal sumber daya manusia,” Julian mengatakan kepada Kontan.co.id, Senin (18/3).
Ada enam sektor industri yang diincar untuk mengisi kawasan industri KIK. Yaitu industri makanan, furnitur, fesyen, otomotif, elektronik, dan logistik.
Untuk menarik investor, KIK juga mempersiapkan Pabrik Siap Bangun, Dengan 14 unit dan tingkat hunian mencapai 67%. Bangunan sudah ada dan siap digunakan. KIK menawarkan 2 skema yaitu pembelian dan penyewaan.
“Ini khusus untuk inkubator – calon investor yang berada di tahap awal atau juga untuk operasi uji coba sementara pabrik KIK sedang dibangun,” Juliani said.
Pengembangan KIK direncanakan mencapai tiga tahap dengan total luas lahan 2.700 hektar (ha) untuk menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, kawasan komersial, ritel, dan permukiman. “Perumahan akan dikembangkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” ujarnya.
Dalam laporan keuangan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) pada kuartal ketiga tahun 2018, nilai total aset KIK adalah Rp 1,56 triliun, naik dari Rp 1,50 triliun pada tahun sebelumnya.
Awal Januari lalu, Presiden Direktur dan CEO KIK, Stanley Ang. Dijelaskan bahwa pada tahun 2018 terdapat 48 perusahaan yang menyatakan minat untuk berinvestasi di KIK, ditambah dua perusahaan yang telah melakukan kesepakatan pada Januari 2019.
“Ada dua perusahaan yang akan langsung menjalankan bisnisnya di KIK, yaitu satu dari sektor industri baja yang memindahkan pabriknya, dan satu lagi dari industri pengemasan yang melakukan ekspansi,” ujarnya beberapa saat lalu.
Stanley Dengan target tersebut, pada kuartal II tahun 2019, investor akan tumbuh lebih cepat karena kondisi akan lebih stabil. “Investor domestik tidak lagi menunggu dan melihat kondisi politik, sementara kondisi perang dagang juga diperkirakan akan mereda,” katanya.
KIK was built by PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) with Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., a subsidiary of Sembawang Development Ltd. from Singapore.
Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, sebagai kawasan industri terpadu pertama di Jawa Tengah, KIK memiliki potensi untuk menyerap investasi hingga Rp 200 triliun dan tenaga kerja sebanyak 500.000 orang.




