Ahmad Wijaya – Antaranews.com – 10/01/2019 14:53 WIB
Kendal, Central Java (ANTARA News) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Keterampilan Republik Singapura Ong Ye Kung meresmikan Politeknik Furnitur Dan Industri Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, Kamis.
Keberadaan Politeknik Industri Furnitur di Kawasan Industri Kendal Salah satu upaya tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang kompeten guna mendorong peningkatan produktivitas dan membuat industri furnitur lebih kompetitif.
“Keberadaan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu harus mampu menjawab tantangan perkembangan industri dan tren pasar furnitur,” kata Minister Airlangga dalam pidato pembukaannya.
Menurut AirlanggaSaat ini, pasar furnitur sedang bergeser dari pembelian produk jadi langsung ke toko, beralih ke pemesanan model-model tertentu.
Hal ini karena industri furnitur merupakan sektor yang berbasis gaya hidup. Artinya, inovasi desain produk yang mengikuti selera pasar terkini sangat dibutuhkan agar mampu bersaing.
Kombinasi jaringan produksi dan kemajuan teknologi dalam penerapan industri 4.0 juga mendukung tren pasar ini, sehingga industri furnitur kini didukung oleh teknologi yang mempermudah pembuatan furnitur sesuai pesanan.
Oleh karena itu, pendidikan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kurikulum dan fasilitas praktikum tidak hanya dipersiapkan untuk menghasilkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan kompetensi SDM di masa depan, terutama dalam menghadapi penerapan industri 4.0..
Ada juga Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu untuk kelompok industri ringan yang memproduksi barang jadi/barang konsumsi, termasuk industri furnitur.
Sistem pembelajaran di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu telah mengadopsi konsep sistem ganda yang dikembangkan bersama dengan Swiss, sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan kelak dapat menjadi contoh bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Haris Munandar, pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Telah memulai kegiatan pendidikan angkatan pertama sejak 1 Oktober 2018 dengan tiga Program Studi, yaitu Teknik Furnitur, Desain Furnitur, dan Manajemen Bisnis Industri Furnitur.
“Sejak awal berdirinya, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu telah bekerja sama dengan industri mulai dari penyusunan kurikulum, seleksi mahasiswa, penyediaan tenaga pengajar hingga praktik di tempat kerja,” kata Haris.
Jumlah mahasiswa generasi pertama adalah 99 orang yang dipilih dari 694 pendaftar. Semua mahasiswa telah dipersiapkan untuk membuat rencana bagi 16 perusahaan industri furnitur.
Politeknik ini dibangun di atas lahan seluas dua hektar dengan luas 4.800 m2 yang terdiri dari 4 lantai, dilengkapi dengan ruang pameran sebagai salah satu fasilitas untuk mempromosikan produk furnitur untuk industri dan produk yang dihasilkan dari praktik mahasiswa.




