Yulianto suaramerdeka.com – 15 Aug 2018 – 16:17 WIB
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Investasi Jawa Tengah, Bernadus Arwin, dan narasumber di Forum Bisnis setelah memukul gong yang menandai dimulainya acara.
SEMARANG, suaramerdeka.com – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Jawa Tengah menggelar Forum Bisnis dengan tema Daya Saing Global untuk Sektor Pangan dan Tren Investasi “Level Selanjutnya untuk Mengembangkan Potensi Sektor di Jawa Tengah” yang bertempat di PO Hotel Semarang, Rabu (15/8).
Acara tersebut dibuka dengan upacara pemukulan gong oleh Direktur PT Kawasan Industri Kendal (KIK) Stanley Ang, Kepala Dinas Investasi Layanan Satu Pintu Jawa Tengah (DPM-PTSP) Prasetyo Aribowo dan Wakil Ketua Umum Divisi Investasi Jawa Tengah Kadin Bernadus Arwin.
Bernadus Arwin mengatakan dalam pidatonya, Kadin sepenuhnya mendukung investasi di Jawa Tengahkhususnya di industri pengolahan makanan.
Ada beberapa hal yang dicatat oleh pihaknya. Salah satunya adalah pertumbuhan industri yang sangat bergantung pada keselarasan atau kebijakan pemerintah daerah. “Ini sangat merupakan perhitungan bagi kami. Dan dari aktivitas ini, setidaknya produk apa yang bisa dihasilkan di Jawa Tengah, untuk dikembangkan,” katanya.
Industri, lanjut Arwin, tidak akan berkembang dengan baik jika tidak ada dukungan, baik dari pemerintah maupun pengusaha di kawasan industri. Untuk membentuk iklim bisnis yang sehat, dibutuhkan kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara pelaku industri dan pemerintah.
Stanley Ang mengatakan bahwa hal itu merupakan bentuk dukungan terhadap investasi, khususnya pengolahan dan manufaktur makanan, dengan menawarkan Konsep Kota Pangan (Food City Concept), di mana proses industri dipermudah di satu tempat untuk mengurangi biaya.
Selain itu, Pelabuhan Laut juga dikembangkan untuk memfasilitasi pengiriman barang ekspor dan impor. “Tahun ini, perusahaan yang beroperasi di KIK antara lain perusahaan furnitur, makanan, dan sepeda,” jelas Stanley. Menurutnya, saat ini ada 36 investor yang akan mendirikan pabrik di SIAPA.
Tidak hanya itu, pembicara lain juga hadir dalam forum bisnis tersebut, antara lain, Said Ridwan, Direktur Perencanaan Industri Manufaktur, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM); Adhi S Lukman, Ketua Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI); dan Suparjan, Kepala Layanan Investasi Layanan Satu Pintu Kabupaten Kendal (DPMPTSP).




