Perekonomian Kabupaten Kendal menunjukkan kinerja yang kuat pada Triwulan II 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal, ekonomi Kendal tumbuh 8.57 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan Triwulan II 2025. Pertumbuhan ekonomi Kendal tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5.71 persen, serta pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5.29 persen. Capaian ini menempatkan Kendal sebagai kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah pada periode yang sama.
Capaian pertumbuhan Kabupaten Kendal turut ditopang oleh kuatnya sejumlah sektor utama, yang mana industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Kendal, mencapai 43.99 persen. Industri pengolahan sendiri juga mencatat pertumbuhan sebesar 9.71 persen pada Triwulan II 2026. Sementara itu, ekspor Kendal tumbuh 63.60 persen. Hal ini membuktikan bahwa semakin bergeraknya aktivitas produksi dan perdagangan di Kendal.
Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi mengatakan masuknya investasi turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di daerah. Menurutnya, investasi yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Kendal. “Dengan investasi yang masuk, secara tidak langsung aktivitas ekonomi akan ikut meningkat. Jadi, kita ingin investasi yang masuk di Kendal berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Masuknya investasi baru juga dapat memberikan multiplier effect terhadap aktivitas ekonomi di sektor lain. Kondisi tersebut terlihat dari perkembangan aktivitas usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Tercatat hingga Triwulan II 2026, KEK Kendal telah memiliki 143 pelaku usaha, dengan komitmen investasi mencapai Rp 202.06 triliun. Jumlah pelaku usaha dan besarnya komitmen investasi tersebut menunjukkan terus berkembangnya kegiatan usaha dan investasi yang berkembang di dalam kawasan.
Perkembangan kegiatan usaha di KEK Kendal juga tercermin dari penyerapan tenaga kerja. Hingga Triwulan II 2026, jumlah tenaga kerja yang telah terealisasi mencapai 64,788 orang, sementara komitmen penyerapan tenaga kerja saaat beroperasinya 143 perusahaan yang sudah masuk mencapai 77,799 tenaga kerja. Seiring dengan berkembangnya aktivitas industri, kebutuhan tenaga kerja di kawasan juga terus meningkat.
Selain investasi dan penyerapan tenaga kerja, aktivitas industri di KEK Kendal juga semakin terhubung dengan market global. Sepanjan tahun 2026 hingga Triwulan II, nilai ekspor yang tercatat dari kawasan mencapai USD 685.04 juta. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas produksi perusahaan di kawasan yang telah terhubung dengan market international. Perkembangan KEK Kendal menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan kegiatan industri serta investasi di Kabupaten Kendal. Dengan bertambahnya pelaku usaha dan berjalannya realisasi investasi, kawasan ini terus berkembang sebagai salah satu pusat kegiatan industri di daerah.
Pertumbuhan ekonomi Kendal yang mencapai 8.57 persen, salah satunya didukung oleh kuatnya peran industri pengolahan, serta perkembangan aktivitas usaha di KEK Kendal menunjukkan semakin aktifnya kegiatan ekonomi di wilayah Kendal. Keepannya, keberlanjutan investasi dan kegiatan industri di kawasan diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi usaha pendukung, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi perekonomian daerah.




